Ade Yasin Jadi Tersangka, Yohanes : Muatan Politik Ataukah Murni Perbuatan Pidana ?

0
95

Bogor | newskabarnegeri.com – Pasca Ditetapkanya Bupati Bogor, Ade Yasin sebagai Tersangka Suap Oknum BPK Perwakilan Jawa Barat, Yohanes Mahatma Pambudianto, SH. Advokat sekaligus Ketua Badan Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyampaikan keprihatinannya. Namun demikian menurutnya ada beberapa hal terkait penangkapan Bupati Bogor oleh Pihak KPK yang perlu dapat perhatian khusus.

“Menurut saya sedikit kurang tepat saat hal tersebut diberitakan sebagai operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, hal ini dikarenakan saat ditangkap Bupati berada di kediamannya dan tidak dalam kondisi sedang dalam proses penyerahan uang dilokasi serah Terima uang tersebut, sehingga saya menilai kurang tepat bilamana hal tersebut dinyatakan sebagai Operasi Tangkap Tangan,” tutur Yohanes, dalam Keterangan Persnya, Kamis (28/04/2022).

Dirinya juga menilai atas hal tersebut sebenarnya sangat merugikan pihak Bupati, mengingat paradigma masyarakat terkait kata OTT adalah suatu perbuatan yang dianggap sudah jelas terbukti perbuatan pidananya, yang mana disaat terjadi penangkapan adalah waktu yang sama dengan waktu transaksi suap tersebut dilakukan, dengan barang bukti yang sudah jelas dan serta merta ada di lokasi tersebut, dan ini berbeda dengan fakta yang terjadi.

Baca Juga :  Study At Home SMK Negeri 1 Bogor Selama Pandemi Covid-19

“Sebagai seorang pimpinan di suatu daerah, sudah sewajarnya beliau ingin agar daerahnya nampak baik bila dipandang oleh orang luar dan oleh karenanya dengan segala upaya memerintahkan agar mempercantik rumahnya agar tampak menarik dari luar walau mungkin ada kerusakan didalamnya,” kata Yohanes.

Dirinya juga memandang, sebagai pimpinan Ade Yasin mungkin tidak ingin orang luar melihat rusaknya bangunan yang didalam sehingga instruksi mempercanti itu muncul, namun sangat disayangkan saat niatan baik itu ternyata ditangkap berbeda oleh si penerima pesan.

“Hal ini juga berkaitan dengan statement Bupati di sebuah media yang menyatakan ‘Saya Dipaksa Mengaku’, pernyataan ini adalah bola liar panas yang digulirkan di muka umum karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dipaksa mengaku apakah, dan oleh siapakah paksaan itu dilakukan?. Hal ini jelas menimbulkan tanda tanya besar di tengah bergulirnya pemeriksaan yang dilakukan terhadap dirinya,” tutur Yohanes.

Menurut Yohanes, mungkinkah kejadian yang menimpa bupati Bogor ini ada unsur muatan politik didalamnya ataukah benar murni suatu perbuatan Pidana?. Mengingat masa periode Bupati Kabupaten Bogor akan berakhir di tahun 2023.

Baca Juga :  Pesan Danrem 061/Sk Kepada Masyarakat Saat Serbuan Vaksin di Yonif 315/Grd

Namun demikian kata Yohanes, kita harus tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah sampai dengan seseorang dinyatakan bersalah oleh hakim, dan mempercayakan proses ini kepada pihak penyidik agar dapat menyidik dengan objektiv dan profesional.

“Kiranya hal ini harus dapat menjadi perhatian khusus bagi kita semua terutama masyarakat Kabupaten Bogor, agar tetap terus mendukung program pemerintah Kabupaten Bogor demi kelangsungan pembangunan kedepannya, dengan semangat Panca Karsa yang merupakan program dari Ibu Ade Yasin sebagai Bupati Bogor terpilih saat itu,” pungkas Yohanes. (Hrs)

Tinggalkan Balasan