Rivan Tailor, UKM Topi Rimba & Bendo Asal Nanggung

0
104

Bogor | newskabarnegeri.com – Kreativitas Usaha Kecil Menengah (UKM) Warga Kampung Pasirgintung, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dengan membuat produk jenis Topi Rimba kini banyak diminati pembeli. Topi Rimba yang bermerek Lugina pangsa pasarnya telah merambah mulai dari antar Kampung hingga ke wilayah Kecamatan di Bogor Barat.

Rivan Tailor pengrajin Topi rimba mengatakan sebagai wirausaha di bidang menjahit ia bisa mengerjakan apa saja, selama itu bisa di jalani. “Jadi jasa menjahit sesuai dengan orang yang memesan, Namun di samping itu kami punya produk andalan yaitu dengan membuat topi rimba,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (05/04/2022)

Menurut dia, proses pembuatan topi rimba, menurutnya, tidak begitu sulit bahkan dari segi permodalannya pun terbilang kecil. “Jadi, pembuatan Topi rimba sangat simpel ditambah biayanya pun tidak begitu besar,” imbuhnya.

Sementara kata dia, bahan baku yang digunakan untuk pembuatan topi rimba tentu mudah di dapat. Bahan yang jadi andalan pembuatan topi rimba adalah jenis katun TWILL.

Baca Juga :  Kebal PERDA No. 4/2015 : Menjamur Jembatan Tak Berizin di Bojonggede

“Jadi kata dia, sasarannya pangsa pasar topi rimba ini, menurutnya, tidak melihat tren dan tidak mengenal jaman. Karena kalau topi rimba ini sepanjang masa,” sebutnya.

Selain menjadi home industri yang sangat bagus dan dituntut memberikan suatu karya menarik yang dihasilkan. Meski pemasarannya masih skala kecil, kedepan bisa melakukan pemberdayaan dan merekrut para pekerja warga sekitar.

Sangat terjangkau, Topi rimba buatannya di mulai harga satuan Rp.50 Ribu, tetapi untuk customer partai banyaknya dipastikan bisa lebih murah.

Tak hanya itu, selain Topi rimba termasuk produk Bendo khas Sunda yang dihasilkan mendapat respon positif dari Camat Nanggung Ae Saefullah. Bahkan tak tanggung-tanggung Camat Nanggung telah memborong puluhan Bendo Sunda karya masyarakatnya sendiri.

Baca Juga :  Pendamping PKH Tersorot, Korcam Tenjolaya Lakukan Kroscek Langsung

Usaha mikro kecil menengah di bidang jahit itu menyebut pernah mendapatkan permodalan dari pemerintah. Kendati demikian bantuan pemerintah tersebut belum mencukupi sebab permintaan konsumen akan Topi rimba sepanjang bulan Maret hingga April terus menggeliat.

“Kami harap karya putra daerah ini bisa berkembang terutama di brandnya, dalam hal ini pemerintah maupun Forum UMKM bisa memfasilitasi terutama dibidang pemasaran,” tukasnya. (And)

Tinggalkan Balasan