PKBM Jaya Giri Bangun Pendidikan Masyarakat di Wilayah Bogor Bagian Barat

0
189

Bogor | newskabarnegeri.com – Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Jaya Giri yang beralamat di RT/03 RW/07 Desa Cigudeg, Kecamatan Cugudeg sebagai pusat pendidikan non formal dan informal yang kini memiliki 600 Peserta Wajib Belajar (WB).

Hal ini tak lepas dari perjuangan Supia Dirja yang biasa di sapa Apih sebagai penggagas awal berdirinya PKBM Jaya Giri yang sekarang menjadi Ketua PKBM tersebut. Berangkat dari cita-cita luhurnya ingin membantu masyarakat yang masih berusia sekolah namun dengan keterbatasan ekonomi keluarga sehingga keinginan atau cita-citanya terhambat.

“Saya memiliki keinginan Berbagi ilmu kepada masyarakat yang tidak beruntung dari sisi ekonomi, khususnya warga di wilayah Kecamatan Cigudeg yang memiliki keinginan kuat dan semangat yang tinggi, sehingga potensi dan cita-citanya bisa tergapai,” tuturnya.

Apih juga bercerita pada tahun 2010, masih ada masyarakat yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, di situ lah ia terketuk hatinya, teringat pada saat ia kecil dulu, bahwa ingin memiliki pendidikan tidak semudah, maka tergerak lah niatnya untuk membentuk lembaga pendidikan non formal dan informal tersebut, sehingga diharapkan masyarakat dapat terbantu sesuai amanat UU 45 “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Baca Juga :  Pangdam III/Siliwangi Hadiri Pembukaan TMMD 103 di Sukabumi

Pada akhirnya dirinya berjuang dengan mengikuti tahapan demi tahapan hingga proses dan persyaratan pendirian PKBM ini Ia penuhi.

“Alhamdulillah di tahun 2011 sudah mulai, berjalan hingga kini memiliki 400 anggota WB, dibawah usia 21 tahun lebih ada 200 anggota mandiri, diatas usia 21 tahun dengan total 600 anggota tanpa di pungut biaya alias gratis, dengan 30 tenaga pengajar jarak jauh atau tutor,” tuturnya.

Sudah lusinan masyarakat jebolan PKBM Jaya Giri yang kini sudah bekerja di berbagai perusahaan dengan ragam posisi dan jabatan, sehingga Supia Dirja merasa bangga dan senang.

Baca Juga :  TKSK Bilang Bebas, KPM Rancabungur Akui Belanja di Warung Yang Ditentukan

“Sebagai manusia biasa tak luput dari khilafah dan Alfa, apabila ketika ada kehilafan yang saya lakukan jangan sungkan di berikan saran dan masukan, karena itu saya bisa seperti ini,” tutupnya.(Hrs)

Tinggalkan Balasan