2 ABK Tak Terima Gaji Selama 20 Bulan, BP2MI diminta Panggil Direktur PT. Rafa Samudera Bahari

0
58

Jakarta | newskabarnegeri.com – Pemerhati Pekerja Migran Indonesia, Sujarwo menuntut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), memanggil Direktur PT. Rafa Samudera Bahari untuk menyelesaikan upah 2 (dua) Anak Buah Kapal (ABK), asal Cilacap dan Sukabumi yang belum dibayarkan selama kurang lebih 20 bulan.

Menurutnya, pihak PT. Rafa Samudera Bahari tidak kooperatif, dan juga, ia menduga adanya penggelapan uang para Anak Buah Kapal (ABK).

“Dalam hal ini, Diduga PT Rafa Samudera Bahari telah menggelapkan uang 2 anak buah kapal asal Cilacap Sukis Biantoro dan Sukabumi Abdullah Bahar, yang bekerja kurang lebih selama 20 bulan di kapal berbendera Cina FV. Lurong Yuan Yu,” kata Sujarwo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta (24/10/2021).

Dia membeberkan, 20 bulan belum menerima upah adalah hal yang sangat miris. Tentu, timbul dugaan penggelapan yang dilakukan oleh pihak Direktur PT. Rafa Samudera Bahari.

“Miris sekali, orang yang telah bekerja selama kurang lebih 20 Bulan belum menerima upahnya hingga kontrak kerjanya selesai. Timbul dugaan uang tersebut telah digelapkan oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Ia telah memberikan kesempatan kepada PT. Rafa Samudera Bahari untuk segera selesaikan permasalahan ini, namun sampai saat ini belum dilakukan. juga, pihak perusahaan selalu mengingkari janji.

“Saya sudah memberikan kesempatan kepada pihak perusahan, untuk meneyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan, tetapi pihak perusahaan selalu ingkar janji dengan alasan sedang diusahakan,”terangnya.

Terkait permasalahan tersebut, kata Dia, sekiranya pihak BP2MI dapat memanggil pihak PT. Rafa Samudra Bahari untuk mmenyelesaikan permasalahan ini.

“Dengan adanya permasalahan tersebut, saya berharap kepada pihak instansi terkait dapat memanggil PT. Rafa Samudra guna pertanggungjawabannya menyelesaikan kasus yang menimpa SB dan AB, disisilain Pemerintah harus tegas dalam memberantas perusahaan yang Zalim kepada para pekerja,” harap Jarwo.

Terpisah, kuasa hukum SB, Noak Banjarnahor saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa kasus ABK yang tidak dibayar hak-haknya itu sudah diadukan ke BP2MI pada tanggal 7 September 2021, tetapi sampai saat ini belum mendengar adanya pemanggilan kepada perusahaan PT Rafa Samudera Bahari. (Rnd)