Mengaku Kader PDI-P, Otak-atik BPNT ?

0
579

Bogor | newskabarnegeri.com – Beredar Video di Kalangan Pendamping Program Sembako terkait adanya orang yang mengaku Kader Partai Demokrasi Indonesian Perjuangan (PDI-P) yang akan memperjuangkan hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako atau BPNT, dengan memberikan 9 Komoditi untuk 7 Bulan.

Dalam Video yang berdurasi 01:57 menit tersebut terlihat seorang pria yang memperkenalkan dirinya bernama Ruli Rohul Mujahid yang mengaku Kader PDI-P, didampingi sesesorang yang dia sebut Ketua PAC PDI-P Kecamatan Ciomas.

“Saya Ruli Ruhul Mujahid Kader PDI Perjuangan, bersama Beliau Bapak Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciomas, akan memperjuangkan hak Keluarga Penerima Manfaat BPNT, Bantuan Pangan Non Tunai di Kecamatan Ciomas, supaya mendapatkan hak sebagai mana mestinya,” tuturnya dalam Video.

Dirinya juga menyebutkan akan memberi kepada KPM berupa 9 Komoditi yang menurutnya seharusnya diterima oleh Masyarakat, yaitu Pertama Beras 10 Kg, yang Kedua Ayam berjumlah 1 ekor Ayam, Ketiga Buah 1 Kg, Keempat Ikan 1 paket satu plastik, Kelima Telur berjumlah 15 Butir, Kenam ada Kacang hijau berjumlah 1/4, Ketujuh Kangkung, Kedelapan Tempe dan yang ke 9 adalah Sayur, yang berbentuk Sayur Sop dalam satu kemasan.

“Untuk kartu yang baru saat ini berjumlah didalamnya 7 bulan, berarti 7 paket, Berasnya 10 Kg dikali 7, 70 Kg, Ayamnya dikali 7, 7 Ekor, telurnya 15 dikali 7 berarti 105 butir, begitupun yang lainya semuanya dikali 7, jadi itulah kami bersikeras untuk memperjuangkan bagai mana masyarakat mendapatkan hak sebagai mana mestinya, dari bantuan Bapak Presiden, Pak Jokowi melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, dibawah pimpinan Ibu Menteri Tri Rismaharini,” tutupnya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun ternyata KPM Desa Laladon dan Pagelaran, Kecamatan Ciomas yang mendapatkan Paket 9 Komoditi tersebut ditransaksikan di Agen Bank Mandiri Raihan Fahri yang berada di Terminal Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang secara kolektif, barang diantar ke titik distribusi di wilayah Kecamatan Ciomas.

Hal tersebut ternyata bukan hanya terjadi di Kecamatan Ciomas, di Kecamatan Dramaga tepatnya di Desa Neglasari, Cikarwang, Ciherang, Sukawening dan Dramaga hal serupa juga dialami oleh para KPM.

Hal ini dikeluhkan langsung oleh Agen Bank Mandiri Nujopaun Nufus, e-Warong Penyalur Program Sembako, Desa Neglasari, dirinya mengatakan sekitar 40 KPM KKSnya dibawa ke Agen di Leuwiliang dan dicairkan secara Kolektif, sehingga terpaksa dirinya melakukan Penggesekan terlebih dahulu untuk mengamankan saldo KPM.

“Iya saya lakukan penggesekan duluan karena ada sekitar 40 KPM di Desa Neglasari digiring untuk transaksi di Kecamatan Leuwiliang, jadi saldo KPM kita amankan dulu agar tidak dirugikan oleh Agen tersebut,” tuturnya, Sabtu (18/09/2021).

Nujopaun juga mengatakan bahwa tindakannya menggesek terlebih dahulu itu tidak pernah dilakukan olehnya dibulan ke belakang, menurutnya ini adalah langkah untuk memperjuangkan hak KPM karena Agen di Leuwiliang tidak memberikan Struktur pembelanjaan kepada KPM, sehingga KPM tidak tahu berapa seharunya bantuan yang di terima.

Menanggapi hal tersebut Koordinator Daerah Program Sembako, Fachrudin menuturkan pihaknya akan melakukan Koordinasi dengan Tim Koordinasi (Tikor) tingkat Kecamatan, Daerah juga Bank Mandiri selaku pihak Himbara.

“Ini kasus akan saya koordinasikan untuk dapat segera diskusikan antar Tikor Kecamatan, Kabupaten dan Bank Mandiri, Tikor dari sisi pengkolektif kartu dan Bank Mandiri untuk agen yang menerima pengkolektifan kartu,” tutur Fachrudin, Minggu (19/09/2021).

Disamping itu hingga berita ini ditayangkan pihak Bank Mandiri Cabang Bogor masih belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut, terkait Agen di wilayah Leuwiliang yang melakukan transaksi diluar wilayah kecamatan. (Rnd)

Tinggalkan Balasan