Dugaan Pungli RT Di Program Sembako Desa Gunungbunder 1 ?, Ini Faktanya !

0
62

Bogor | newskabarnegeri.com – Sempat ramai adanya dugaan Pungli di Program Sembako Desa Gunungbunder 1, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Hal ini mendorong Sekretaris Desa beserta 20 Orang Ketua RT angkat bicara.

Dugaan tersebut sempat menjadi Hot News di salah satu portal media online, dalam narasinya disebutkan pungutan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan oleh ketua RT dengan nilai pareartif yang berkisar Rp. 50.000 hingga 70.000/KPM.

Hudaefah selaku Ketua RT.001/ RW.005 mewakili 20 Ketua RT lainnya yang hadir saat audensi di aula kantor Desa Gunungbunder 1, Selasa (14/09/2021) menuturkan bahwa pihaknya menolak jika hal itu disebut Pungli.

“Kalau dibilang Pungutan Kami menolak, soalnya Kami sampaikan untuk sewa transportasi dan akomodasi di rata-rata kan Rp.20.000, lalu selebihnya sudah menjadi kebiasaan di wilayah Kami dilakukan iuran bulanan, untuk kas RT itu pun bagi yang ada milik rezekinya, kas tersebut peruntukannya kegiatan kepemudaan, bakti sosial dan lain-lain lah,” ungkapnya

Semantara itu Nurhayanti S.Pd.I. selaku Sekertaris Desa turut buka suara, menurutnya bahwa menulis berita adalah hak Media, “gak masalah sih, itu haknya kawan Jurnalis sebagai alat kontrol buat kami, toh masyarakat sekarang kan sudah pada cerdas juga,” cetusnya.

“Semetara saya kan gak mau hanya sekedar menyambungkan informasi saja, bahwa program tersebut sudah bisa di ambil, hal itu pun saya lakukan atas dasar pihak agen yang minta batuan agar informasi ini nyampe dengan cepat ke KPM-nya, melalui grup WhatsApp RT itulah saya sampaikan juga himbauan agar dalam penyaluran diusahakan dapat diwakilkan mengingat kondisi wabah Covid-19 masih melanda,” tutur Nurhayanti.

Nurhayanti juga melanjutkan adapun adanya informasi pemotongan ke KPM, dirinya saat itu menyampaikan seikhlasnya saja, itupun bagi yang mau memberi guna untuk tambahan akomodasi RT dan kawan-kawan yang batu.

“Kalau besaran nominal mangga tanyakan langsung saja ke pak RT, akan tetapi setelah saya telusuri informasi memang cukup beralasan untuk transfortasi dan akomodasi Rp. 20.000 dan kas RT,” katanya.

Disamping itu KPM bernama Ai warga RT.001/RW.005 mengaku tindakan yang dilakukan RT tersebut sangat membantu dirinya karena, jikalau ia harus Ambil sendiri langsung ke agen yang jarak tempuh lokasinya cukup jauh biaya tranformasi juga akan sama, selai itu memang di kampungnya sudah menjadi tradisi masyarakat berpartisipasi (iuran) ketika ada acara.

“menurut saya sih apa yang dilakukan pak RT malah membatu kami, soalnya kalau di ambil sendiri ongkos ojeknya akan sama, Selain itu memang juga kan di kami sudah menjadi tradisi setiap ada kegiatan sosial kita berpartisipasi, nah meungpeug pas ada milik rizik ini kita kasih Rp. 50.000, ngitung-ngitung iuran untuk 5 bulan kedepan lah,” pungaksnya. (Hery)

Tinggalkan Balasan