Curi Start Sebelum Anggaran Turun, Ketua Poktan di Bogor Tuai Polemik

0
121

Bogor | newskabarnegeri.com – Lantaran Terlalu Semangat, Ketua Kelompok Tani (Poktan) berani kangkangi aturan hingga tuai polemik dilingkungan padahal Bantuan Anggaran Dari Kementerian masih berproses, hal ini terjadi di Kampung Gunung Seureuh RT.02/RW.06, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng.

Ketua Poktan bersama anggota berinisasi lakukan pengerjaan pembangunan jalan diawal, sehingga dampaknya para pekerja harian belum satu orang pun yang mendapatkan upah, hal ini diungkapkan Ketua Poktan Pala Gunung Seureu Lulu Hikmatullah.

“Anggarannya di tahun 2021 ini akan turun dari Kementerian Pertanian, Jadi belum ada pekerja yang dibayar, dari awal pelebaran juga,” ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi proyek Pengerjaan Pembangunan Jalan tersebut memang masih dalam tahap pengerasan, bahan material alam yang digunakan yaitu pasir makadam (SIRDAM) atau pasir batu (SIRTU) giling, selain itu juga tidak tampak papan informasi (Papan Proyek) di lokasi titik awal kegiatan, padahal itu menjadi keharusan dan lazim dilakukan di setiap kegiatan yang bersumber anggarannya dari Negara.

Kejanggalan lain terungkap setelah newskabarnegeri.com menemui ketua RW setempat, menurut keterangan Ketua RW.06, Agus, adanya kegiatan tersebut, dirinya sebagai ketua RW tidak tahu menahu begitupun Staf Desa hingga turun ke lokasi.

“Tidak ada komunikasi juga dengan kami, justru tadi Staf Desa Sadeng juga turun ke sini, tidak ada laporan juga ke desa,” ungkap Agus, Senin (30/08/2021).

Masih diungkap Agus bahwa, penanggung jawab pekerjaan pembangunan jalan itu adalah Ketua Poktan bernama Lulu Hikmatullah yang juga sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sadeng, “Sebagai penanggung jawab kegiatan ini Lulu Hikmatullah, soalnya dia lah ketua kelompok Tani juga sebagai anggota BPD,” tuturnya.

Lanjut Agus, “Setidaknya ini kan ada tanah saya juga yang terpakai untuk jalan, tetapi tidak ada omongan juga kepada saya adanya pembangunan jalan ini, saya hanya tahu anggarannya dari pertanian,” cetusnya.

Dilokasi, seorang pekerja Abidin mengatakan, bahwa pembangunan jalan itu dipelopori oleh kelompok tani pala, namun dirinya tidak mengetahui sumber anggarannya dari mana, dirinya hanya pekerja saja.

“Yang saya tau saya kerja sama kelompok tani, sehari bekerja dibayar Rp 60 ribu mulai bekerja dari pukul 07.30 WIB pagi sampai sore pukul 15.00 WIB kotor tidak dapat makan,” kata dia.

Abidin juga menyampaikan rencana pembangunan jalan itu dengan panjang 1000 Meter dengan total pekerja sebanyak 10 orang secara bergantian per-lima hari, Ini dari tanah langsung menggunakan material alam Sirdam, rencananya nanti langsung di Cor.

“Bahkan, ini batu belah yang agak besar yang buat dipinggir-pinggir nya ini sumbangan juga dari masyarakat, rencananya warga akan menyumbang batu belah 20 kubik satu orang,” bebernya. (H.Supendi)

Tinggalkan Balasan