Dugaan Pemaketan Hingga Agen Penyalur Tak Miliki Warung Terjadi di Semplak Bogor

0
369

Bogor | newskabarnegeri.com – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang juga disebut Program Sembako di Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat kembali di laksanakan, sekitar 148 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan Paket Sembako berupa Beras Premium 10 Kg, Telur 15 Butir, Ayam Satu Ekor 0,8 Kg, Jagung 4 biji, Tahu Satu Cap isi 6 dan Buah Pir 6 Biji, Rabu (14/07/2021).

Menurut Agen Bank BNI Penyalur BPNT, Janwar Arifin dirinya menargetkan 148 KPM bisa melakukan transaksi hari ini, sedangkan total KPM secara keseluruhan ada 296 dan sisanya akan melakukan transaksi besok, Kamis (15/07/2021).

Meski penyaluran BPNT berjalan dengan kondusif dengan menerapkan Protokol Kesehatan saat masa PPKM Darurat, sangat disayangkan Agen tersebut tidak terlihat memiliki Warung atau Toko yang aktif, sedangkan berdasarkan Pedoman Umum Program Sembako 2020 Perubahan 1 ditegaskan bahwa Agen Penyalur BPNT adalah Agen yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya.

Menanggapi itu Janwar mengatakan bahwa dari awal dirinya berjualan ritel telur dan beras karena tempat penyaluran saat ini adalah gudangnya. “Kebetulan mereka melihat ada peredaran tiap harinya warung warung atau supplai ke agen lainnya juga, di situlah akhirnya di ACC oleh pihak Dinsos dan BNI,” tuturnya, Rabu (14/07/2021).

Dirinya juga mengaku saat itu dia mengakukan sebagai agen melalui Diki dari BNI dan Dia di tunjuk menjadi agen untuk penyaluran program BPNT atau BSP. Menurut pengakuanya sampai sekarang Ia masih berjualan telur dan ada beberapa wilayah terutama di Kota Bogor masih menyalurkan, termasuk warung-warung di sekitar wilayahnya hampir 85 persen dipasok olehnya.

Disamping itu juga dalam penyaluran tersebut masih dilakukan pemaketan Komoditi yang jelas dilarang oleh Pedoman Umum, Berdasarkan Pedoman Umum E-Warong/Agen Penyalur tidak boleh melakukan pemaketan bahan pangan, yaitu menjual bahan pangan dengan jenis dan dalam jumlah yang telah ditentukan sepihak oleh e-Warong atau pihak lain sehingga KPM tidak memiliki pilihan.

Yanwar juga berharapan saat ini terjadi perbedaan komoditi dan harga antara wilayah satu dan lainnya, “Nah bagaimana caranya mempersatukan satu misi, satu suara ini dari beberapa supplier ini biar bersinergi dan sama, jangan sampai gontok-gontokan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Person In Charge (PIC) KC Bank BNI Bogor Yuliantoro mengatakan, bahwa besok akan menurunkan timnya untuk mengkroscek ke lapangan, “Besok dari tim BNI akan meninjau ke lokasi Agen, jika memang benar seperti itu akan kami tindak sesuai ketentuan Agen yang berlaku,” tuturnya, Rabu (14/07/2021). (Randi)

Tinggalkan Balasan