Diduga Tak Sesuai Harga Pasar, Mark Up Harga Komoditi di Desa Srogol Capai Rp. 6 Juta Bulan Mei – Juni

0
2

Bogor | newskabarnegeri.com – Diduga Agen Bank Mandiri Lilih e-Warong Penyalur Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Program Sembako yang biasa disebut BPNT mejual Komoditi diatas Harga Pasar, hal tersebut ditemukan saat penyaluran Komoditi bantuan untuk bulan Mei – Juni Kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (31/05/2021).

Berdasarkan harga yang dipampang oleh Agen Lilih tertulis Beras 10 Kg dengan harga Rp. 120.000; Daging Sapi 1/4 Kg, Rp. 33.000; Kentang 1 Kg, Rp. 16.000; Buah 1 Kg, Rp. 25.000 dan Tempe Rp. 6.000. Untuk buah terdiri dari 2 jenis, Jeruk dan Apel Malang.



Sedangkan berdasarkan harga pasar dan Aplikasi Sistem Informasi Bahan Pokok (SIBAPOK) milik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia update 31 Mei 2021, untuk paket yang menggunakan Buah Jeruk Jeruk 1 Kg, Rp. 23,500; Beras 10 Kg, Rp. 105,060; Daging Sapi 1/4 Kg, Rp. 31,401; Kentang 1 Kg, Rp. 16,900 dan Tempe Rp. 6,000 dengan total Rp. 182,861 per Paket.

Sedangkan untuk paket yang menggunakan Apel Malang yang harga pasar saat ini Rp. 25,900 dengan total Rp. 185,261. Berdasarkan hitungan tersebut makan kelebihan harga Komoditi mencapai Rp. 31,878 untuk teransaksi penyaluran Bulan Mei dan Juni.

Menurut pengakuan Lilih sebagai pemilik Agen, dirinya memasok sendiri bahan pangan Komoditi untuk BSP, sehingga tidak ada satupun pemasok yang bekerja sama dengan pihaknya.

“Untuk komoditinya saya mengadakan sendiri, saya ngutang ke pasar. Saya mengadakan sendiri itu disuruh pak Kadesnya dari awal juga sendiri, untuk keuntungan itu disesuaikan harga pasar,” tuturnya saat melakukan transaksi dengan KPM, Senin (31/05/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun total data bayar untuk desa tersebut berjumlah 214 KPM dan gagal transaksi sekitar 3 KPM serta berhasil transaksi 211 KPM, jika dihitung dengan total kelebihan harga komoditi Rp. 31,878 per KPM, diduga kerugian KPM karena adanya mark up harga Komoditi mencapai Rp. 6,726,258 untuk penyaluran Bulan Mei – Juni.(Randi)

Tinggalkan Balasan