SE Walikota Bogor Soal Program Sembako, Janwar Arifin : Apakah Monopoli Salah Satu Pengusaha ?

0
8

Bogor | newskabarnegeri.com – Surat Edaran (SE) Walikota Bogor Nomor : 06/1006-dinsos tentang Pelaksanaan Program Sembako Tahun 2021 menuai banyak kritik dari berbagai pihak, salah satunya Janwar Arifin selaku Direktur PT. Bova Nova Niaga (BNN), pemasok Agen Bank BNI e-Warong Penyalur Program Sembako atau BSP yang biasa disebut BPNT di Kota Bogor.

Dirinya mengatakan bahwa Surat Edaran yang mengharuskan Izin Edar dan Kualitas Beras Premium bagi Pemasok Agen Bank BNI e-Warong Penyalur Program, itu jelas tidak berpihak kepada kepentingan petani dan pengusaha kecil di Kota Bogor.



“Terutama ke supplier kecil, kalo kita disuruh untuk memberikan surat izin edar kita sebagai supplier itu harus memenuhi skala yang cukup lumayan besar modalnya, satu kita harus punya pabrikasi sedangkan pabrikasi itu dilihat dari finasial juga,” katanya, Senin (19/04/2021).

Menurutnya untuk mengurus izin edar itu tidak cukup waktu satu tahun, “dengan modal empat sampai lima puluh juta saja belum tentu selesai sampai satu tahun, bahasanya 3 bulan kelar tapi kenyataannya tidak ada,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan saat musim panen kemarin para petani mengalami kerugian karena Gabahnya hanya dibeli dengan harga dibawah Rp. 4.000, menimbang hal tersebut dirinya menilai seharusnya Pemerintah khususnya Kota Bogor harus berpihak ke Petani.

“Harusnya pemerintah ini terutama di wilayah Kota Bogor lebih condong kepada Petani kecil, bahwa izin edar ini masuknya mau ke mana, apakah monopoli salah satu pengusaha atau distributor yang besar atau berpihak ke rakyat kecil ?,” katanya.

Selain itu Direktur Perusahaan yang memasok Komoditi ke 14 Kelurahan di 4 Kecamatan ini menilai bahwa persaingan dagang di Program Sembako ini mulai tidak sehat, karena ia menilai bahwa Surat Edaran Walikota tersebut malah berpihak kepada Perusahaan yang besar, bukan pada perusahaan kecil yang membeli Beras langsung dari Petani.

“Persaingan ini sebetulnya tidak sehat, banyak gorengan-gorengan diluar, agar perusahaan dijerat Surat Edaran ini, karena seakan-akan surat edaran Walikota Bogor ini hanya berpihak kepada Pengusaha Besar, bukan pengusaha kecil yang beli Beras dari Petani,” pungkasnya. (Randi)

Tinggalkan Balasan