MPB Soroti Dugaan Kolektif KKS di Klapanunggal, Pendamping Sebut Berbeda Dengan Lapangan

Bogor | newskabarnegeri.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) kembali mendapati Dugaan Pengkolektifan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang dulu disebut BPNT. Dugaan hal tersebut didapati di Agen Bank Mandiri e-Warong Penyalur Program Sembako Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Terkait bebasnya para oknum bermain kotor dalam BSP atau BPNT yang selama ini terkesan pembiaran, kami MPB sudah mulai gerah,” tutur Atiek Yulis Setyowati SH, selaku Ketua MPB, Jumat (02/03/2021).



Sementara itu menurut Atiek sehubungan dengan dugaan pengumpulan KKS yang terjadi di salah satu Desa di Kecamatan Klapanunggal dinilai sangat menyalahi Pedoman Umum (Pedum), sehingga menurutnya hal ini sudah jelas penggiringan KPM ke salah satu e-Warong tertentu yang sudah bermuara menguntungkan e-Warong tertentu dan Pemasok Barang.

Baca Juga :  Vicon Milenial Smartren Ramadhan SMK Negeri 1 Bogor

“Hal ini harus segera kita usut kita tuntaskan kita cari pidananya dalam lingkaran bantuan ini. MPB akan terus menuntaskan kasus ini yang jelas akan kita bawa ke APH (Aparat Penegak Hukum) dan ke Kementerian Sosial biar segera di “Bungkus” kasusnya biar tidak seperti pembiaran,” kata Atiek

Menurut Atiek harus dibuat jera terutama para oknum, agar sadar akan semua kesalahan dan sebagai percontohan wilayah lain agar tidak akan berbuat kecurangan yang sama.

Baca Juga :  Puluhan Wartawan Dampingi Hero & Dody Penuhi Panggilan Polresta Bogor

Semantara itu Pendamping Program Sembako dari Kalangan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Klapanunggal, Dadang Jaelani mengaku sudah melakukan tidak lanjut terkait hal tersebut. Menurutnya setelah Tim Koordinasi (Tikor) Program Sembako Kecamatan melakukan penelusuran kebenaran berita yang telah beredar didapati informasi yang didapatkan di lapangan ternyata berbeda.

“Ternyata tidak ada pengolektifan Kartu Sembako atau KKS. Ternyata si KPM dengan hanya berjumlahkan 11 orang. Datang ke Agen dengan tujuan untuk mengecek Saldo BPNT nya, namun setelah di cek saldo BPNT yang ada di dalam Kartu tersebut masih kosong, namun untuk saldo PKH nya sudah ada telah terisi kata Agen,” terang Dadang, Jumat (02/04/2021).

Baca Juga :  Camat Sukamakmur Sosialisasikan Tahapan Pilkades Pada Bakal Calon dan Masyarakat

Dadang juga menerangkan setelah mengetahui ada saldo PKH-nya, KPM yang berjumah 11 orang tadi sepakat untuk mencairkan digesek di Agen tersebut. Setelah di cairkan uang dan bantuan PKH diterima oleh KPM lalu Kartu KKS di kembalikan lagi ke KPM masing – masing pemiliknya dan tidak ada penyimpanan atau penundaan KKS di Agen. (Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *