Bocah Berumur 6 Tahun Menderita Gizi Buruk di Kabupaten Bogor

Bogor | newskabarnegeri.com – Miris Penderita gizi buruk masih ditemukan di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Babakan Sipayung RT.02/RW.08 Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. M. Oji Bocah berumur 6 tahun ini sudah sejak balita mengidap gizi buruk.

Hal itu terjadi karena keluarganya mengalami himpitan ekonomi, sehingga kedua orang tuanya hanya dapat pasrah menerima kondisi anakanya. Oji sendiri baru diketahui mengalami derita gizi buruk saat berusia 6 bulan, miris badannya yang mungil hanya bisa berbaring lemas di rumah bilik beralas ubin tanah, bersama keluarganya.



“Makannya setiap hari bubur balita dicampur nasi. Biasanya beli sendiri, tapi sering dibelikan ibu Kepala Desa tiap bulan,” ujar Mumun (38), ibu Oji dengan nada lirih, Selasa (30/03/2021).

Baca Juga :  Kembali, Mayat Tak Beridentitas Terbujur Kaku Di Terminal Laladon

Sementara itu Mumun bersama sang suami hanya bekerja sebagai buruh tani yang serba terbatas dan serba kekurangan, sedangkan ketiga anak lainnya ada yang masih duduk di bangku sekolah dan merantau ke luar daerah Bogor.

Ibu Kandung Oji Mumun, sendiri tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Meskipun begitu, dirinya tetap merasa kesulitan untuk membawa Oji ke rumah sakit, BPJS Kesehatan yang dimiliki Oji, pun tercatat sebagai peserta Mandiri kelas III yang artinya masih harus membayar iuran setiap bulannya.

Baca Juga :  Bagikan Bansos, Wahid Foundation Berkolaborasi Dengan KPRI-1

Mumun juga menuturkan, anak bungsunya itu pernah dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan penanganan atas gizi buruk yang dideritanya. Namun karena tidak punya biaya untuk berobat untuk pendampingan, dirinya memutuskan membawa kembali Oji ke rumah. “Sekarang juga masih nunggak BPJS-nya, diurus kalau Oji sakit diobatin saja di rumah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sukajaya Darwin Navis, yang baru dua Minggu Tugas di Puskemas Sukajaya itu, mengatakan pihaknya telah menangani Oji secara rutin sejak 2015.

“Pemantauan dan pemberian bantuan pangan juga tidak lupa dilakukan setiap bulannya. Hanya saja keluarga selalu menolak kalau mau ditangani ke rumah sakit, dengan alasan tidak ada biaya pendampingan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemisan Parungpanjang, Apa Didengar..?

Sementara itu, Kepala Desa Sipayung, Iyus mengakui mengetahui kondisi warganya tersebut. Dia pun telah mengurus pengalihan BPJS Kesehatan yang dimiliki Oji menjadi peserta Penerima Bantuan iuran (PBI).

“Hanya saja belum ada anggarannya, kita pun sudah berkoordinasi dengan puskesmas untuk penanganan Oji,” tandasnya Kepala Desa Siyapung Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Iyus. (Dede)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *