Polemik Gedung PUSDAI Kabupaten Bogor, DPC PWRI VS KADIN Versi Farda Sanberra

Bogor | newskabarnegeri.com – Pemanfaatan Gedung Asrama Pemuda Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) di Jalan Bersih Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bogor memicu perselisihan dengan Oknum Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor Versi Farda Sanberra.

Dalam dokumentasi berupa video yang diterima newskabarnegeri.com, terlihat beberapa orang menggeruduk Gedung Asrama Pemuda PUSDAI dan terlibat cekcok mulut dengan pengurus DPC PWRI yang lebih dulu berada di dalam gedung, situasi semakin tidak kondusif dan nyaris terjadi baku hantam.



Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor, Rohmat Selamat, SH, M.Kn, menjelaskan awal mula perselisihan ketika pihaknya melakukan persiapan untuk penempatan Kantor Pemuda PUSDAI yang rencananya akan difungsikan sebagai Graha DPC PWRI Kabupaten Bogor, kantor ini milik Pemerintah Kabupaten Bogor dan tercatat sebagai aset daerah.

“Penempatan Kantor PUSDAI untuk Organisasi Pers PWRI Kabupaten Bogor melalui tahapan dan prosedur yang berlaku, juga izin dari Bupati Bogor, namun memang masih dalam tahap penyelesaian administrasi untuk legal standing,” tutur Rohmat.

Nah, disaat PWRI melakukan pembenahan gedung pada Senin (22/03/21), tiba-tiba datang sejumlah Oknum yang mengaku pengurus KADIN. “Mereka tidak terima atas pemanfaatan Gedung Asrama PUSDAI yang akan dijadikan Kantor DPC PWRI Kabupaten Bogor,” kata Rohmat.

Baca Juga :  Uu Ruzhanul Resmikan Program SMK Membangun Desa di Kuningan

Ketika terjadi perselisihan, Rohmat yang juga berprofesi sebagai Advokat sudah menunjukan itikad baik atas kehadiran para oknum dan berupaya menjaga situasi tetap kondusif, menyarankan untuk duduk bersama serta dialog dengan cara yang baik.

Dalam video yang beredar luas, tampak seseorang bernama Yunus yang mengklaim sebagai pengurus KADIN Versi Farda Sanberra, menyampaikan keberatan dengan penempatan Gedung PUSDAI oleh PWRI, alasan Yunus pihak KADIN lebih dulu merawat gedung ini dan akan diproyeksikan sebagai perkantoran KADIN Versi Farda Sanberra.

Alhasil, kala itu para pihak sepakat untuk sementara mengosongkan gedung, sambil menunggu ketetapan hukum (legal standing) dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun rupanya masalah tidak berhenti, saat menunggu keabsahan pemanfaatan gedung ini, Ketua PWRI Kabupaten Bogor Rochmad Slamet menerima teror dan provokasi melalui WhatsApp pada Rabu (24/03/21) dari seseorang yang mengaku pengurus KADIN bernama Steven Ibrahim.

“Mau pake ormas silahkan tinggal kuat-kuatan aja. Prinsipnya cuma satu kesepakatan dilanggar kita juga bisa premanisme. Mau main media kita juga bisa. Media sekelas Radar Bogor pun bisa kita lakukan kekerasan. Apalagi media kayak kalian. Ini gw Steven Ibrahim pengurus KADIN,” demikian bunyi kalimat yang ditujukan kepada Rochmad Slamet melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Persit KCK Cab XVII Kodim 0607/Kota Sukabumi Sumbangkan Darah

Lain halnya dengan Steven Ibrahim yang menganggap santai terkait persoalan yang sedang terjadi, menurutnya awal mula pihak PWRI lah yang melakukan tindakan kekerasan dengan membobol dan mendobrak Kunci Pintu yang telah pihaknya Perbaiki.

“Terus saya ngechat ke Rohmat Slamet tidak ditanggapi karena saya menanyakan kapan mau keluarnya, karena sesuai kesepakatan tidak ada legal standing semua keluar, tetapi mereka masih menempati,” tuturnya dalam Sambungan Telepon WhatsApp.

Sementara itu terkait nama Radar Bogor yang disebutkan dalam Chat tersebut dirinya mengatakan, “saya berbicara Radar Bogor, media sekelas Radar Bogor aja kalo kita mau melakukan kekerasan kita bisa, apa lagi kalian. Tidak ada Provokasi,” katanya.

“Kekerasan kalo misalkan kita menerima kekerasan dari Media sekelas Radar Bogor Pun kita bakal bisa melakukan kekerasan, bukan kita mengancam Radar Bogor kekerasan. Sama halnya PWRI melakukan kekerasan dengan merusak, pintu yang sudah kita rapihkan, jadi kalo misalkan mereka gak mau baik-baik, Kekerasan ya kita lakukan kekerasan lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Kasi Dinsos Kunjungi Korban Kebakaran

Dirinya juga mengatakan dalam posisi itu Ia sama sekali tidak membawa-bawa nama Partai Golkar, karena tidak ada atribut Partai Golkar dan tidak menyebut nama Partai Golkar dalam situasi tersebut.

“Emang saya disana mengatasnamakan Partai, kaos Kuning tulisan Superman. Emang Kaos Golkar, kalo misalkan saya mau laporin saya laporin itu Media ke Dewan Pers. Karena saya disana tidak menyebutkan saya orang Golkar, tidak memakai atribut Golkar. Atribut Kaos ko Superman,” katanya.

Dirinya juga mengatakan tidak ambil pusing terkait persoalan antara PWRI dan KADIN versi Farda Sanberra yang sekarang sedang berpolemik dan ramai di Media, “toh beritanya semua juga di Buat-buat. Itu bagai mana Kawan-kawan media aja, yang jelaskan kalo mencatut Partai Golkar, mungkin nanti Partai Golkar yang akan menuntut media itu, gitu aja,” pungkasnya. (Red/PWRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *