KPM Program Sembako Bayar Rabu, Minggu Baru Dapat Barang

Bogor | newskabarnegeri.com – Meski sudah dilakukan Migrasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Penerima Program Sembako dari BNI ke Bank Mandiri Pengkolektifan Penarikan Saldo dan Pengambilan Komoditi masih dilakukan, salah satunya di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Uniknya di Desa ini Penggesekan atau Penarikan Saldo KPM oleh Agen e-Warong Penyalur Program Sembako dilakukan di dua Agen, namun pengambilang Sembako hanya bisa di ambil di salah satu agen. Penggambilan Saldo KPM dan Penyerahan Komoditi dilakukan secara Kolektif oleh RT/RW di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  TeRuCi & Virgo Gelar Bukber Yatim Yayasan Satu Benih



Selain itu Penarikan Saldo yang dilakukan Agen Amelia dan Astriana dilakukan pada Rabu (24/02/2021), bahkan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) milik KPM dilakukan pengkolektifan oleh RT/RW untuk pengambilan saldo tersebut.

Namun ternyata Komoditi baru dibagikan pada Minggu, (28/02/2021). Pembagiannya pun dilakukan secara kolektif, namun yang membedakan adalah penggesekan atau pengambilan saldo di manapun di wilayah Desa Karehkel, barang tetap dari agen Amelia.

Tindakan yang dilakukan oleh dua Agen di Wilayah Desa Karehkel dengan melakukan pengambilan saldo terlebih dahulu, lalu empat hari kemudian baru membagikan barang dinilai sudah menyalahi Pedoman Umum Program Sembako.

Baca Juga :  Diduga Bantuan Tunai BSP September 2020 di Potong Rp. 100 Ribu, KPM : Saya Mah Ridho Beneran

“Ini hanya untuk menghindari kerumunan, jadi dilakukan pengkolektifan supaya warga gak berkerumun saat Pandemi Covid-19, agen Sana ngambilnya juga di sisi barangnya,” tutur Faridz, pengelola Agen Bank Mandiri Amelia, Minggu (28/02/2021).

Terjadinya pengkolektifan KKS oleh RT/RW yang berjalan secara sistematis dengan bekerja sama dengan Agen e-Warong jelas menggangu berjalanya Program Sembako, oleh karena itu diminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan fungsinya.

Baca Juga :  Dimasa Pandemi Covid-19, Desa Ciapus Resmikan BUMDes CCM

Sebagaimana yang ditegaskan didalam Pedoman Umum Program Sembako, bahwa Pengawasan perbankan, agen bank, dan sistem pembayaran dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selain itu jelas jika dilakukan pengkolektifan PIN sudah tidak lagi terjaga kerahasiaannya. (Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *