Vaksin Novavax yang Akan Dipakai RI 89,3 Persen Efektif

0
12

Teknologi | newskabarnegeri.com – Selain Sinovac, diketahui ada enam jenis vaksin lain yang telah ditetapkan oleh Kemenkes. Vaksin tersebut antara lain Sinopharm, AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna, Novavax, dan vaksin Merah Putih.

Dilansir dari siaran pers resmi Novavax, pada hari Jumat (29/1), diketahui bahwa vaksin jenis Novavax diklaim 89,3 persen efektif dalam melindungi manusia dari gejala COVID-19. Persentase tersebut datang dari hasil studi uji klinis fase 3 di Inggris. Melalui uji klinis tersebut, Novavax manjur saat digunakan pada periode penularan yang tinggi dan varian baru yang muncul dan diukur luas di Inggris.



“NVX-CoV2373 memainkan peran penting dalam mengatasi krisis kesehatan masyarakat global ini. Kami berharap dapat terus bekerja dengan mitra, kolaborator, penyelidik, dan pembuat peraturan kami di seluruh dunia untuk menyediakan vaksin Cipta mungkin, ”kata President and Chief Executive Officer Novavax, Stanley C. Erck.

Uji klinis ini melibatkan lebih dari 15.000 peserta antara 18-84 tahun. Termasuk 27% di atas usia 65 tahun.

Dilansir dari Wall Street Journal, pada hari Jumat (29/1), dari 62 orang yang terinfeksi COVID-19, enam di antaranya telah menerima vaksin. Sedangkan, 56 lainnya mendapatkan suntikan placebo. Setengah dari pasien yang sakit terkonfirmasi infeksi COVID-19 varian baru.

Dalam studi tersebut dikatakan bahwa pengujian yang dilakukan pada 56 kasus Covid-19, vaksin tersebut 95,6 persen efektif melawan strain Covid-19 asli dan 85,6 persen melawan strain baru. Namun, data tersebut belum menjalani pemeriksaan standar oleh para ahli dari luar sebelum dipublikasikan di jurnal medis.

Selain di Inggris, uji klinis vaksin Novavax juga dilakukan di Afrika Selatan dengan melibatkan 4.000 orang peserta. Namun, dalam uji klinis Fase 2b di Afrika Selatan, vaksin Novavax hanya 49,4 persen efektif melawan COVID-19. Hal ini didasari karena saat studi awal, lebih dari 90 persen relawan yang terlibat, infeksi virus varian baru yang menular di Afrika Selatan.

Mengingat kemanjuran yang lebih rendah di Afrika Selatan, Novavax mulai melakukan versi modifikasi dari vaksinnya. Versi modifikasi ini akan lebih besar dari varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan. Novavax berencana untuk memulai pengujian pada kuartal kedua.

Dilansir dari situs web Novavax, pada hari Jumat (29/1), vaksin Novavax yang memiliki nama NVX-CoV2373 adalah kandidat vaksin berbasis protein yang direkayasa dari urutan genetik SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19.

NVX-CoV2373 dibuat menggunakan teknologi nanopartikel rekombinan Novavax untuk menghasilkan antigen yang berasal dari protein lonjakan virus korona (S). Selain itu, Matrix-M berbasis saponin yang dipatenkan Novavax juga ditambahkan. Hal ini berguna untuk meningkatkan respons guna dan membangkitkan antibodi penawar tingkat tinggi. NVX-CoV2373 mengandung antigen protein yang dimurnikan dan tidak dapat bereplikasi, juga tidak dapat menyebabkan COVID-19. (*)

Sumber : teknologi.id

Tinggalkan Balasan