Diduga Oknum PPKH Rekomendasikan Pemasok ke e-Warong Program Sembako

Bogor | newskabarnegeri.com

Program Sembako yang sebelumnya disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah sejak tahun 2017 mulai berjalan di Kota Bogor, program yang jadi andalan Kemanterian Sosial ini ternyata tidak sedang baik-baik saja dalam realisasinya di Kota Bogor.

Pasalnya ternyata ada dugaan peran Serta Oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) dalam merekomendasikan Supplier atau Pemasok kepada e-Warong/Agen Bank Himabara BNI, khususnya di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

Dugaan itu muncul karena adanya Pertemuan antara Perusahaan Pemasok PT. Inti Prima Karkasindo, dengan para e-Warong/Agen BNI penyalur Program Sembako di Saung Anis Restaurant Sundanese and Arabian Dishes yang dihadiri dua Orang yang diduga Oknum PPKH pada Selasa (18/12/2020).

Baca Juga :  PDAM Tirta Kahuripan Terkesan Tidak Transparan, Pelaksana Diduga Kangkangi Aturan

Salah satu e-Warong/Agen BNI di Bogor Selatan menjelaskan bahwa memang awalnya PPKH yang bernama Subhan menawarkan Komoditi PT. Inti Prima Karkasindo kepadanya, sehingga terjadi pertemuan di Saung Anis yang dihadiri Direktur PT. Inti Prima Karkasindo, Davi Nugraha dengan para e-Warong/Agen BNI juga Subhan dan Sukarlan yang juga sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) PPKH.

Menanggapi hal tersebut Subhan selaku PPKH membantah dirinya merekomendasikan PT. Inti Prima Karkasindo kepada para e-Warong/Agen BNI penyalur Program Sembako. Dirinya mengaku hadir dalam pertemuan tersebut hanya untuk menemani e-Warong/Agen BNI.

“Maaf, klo disitu cuman pertemuan untuk penawaran dari Pemasok, bukan kami, Kami hanya menemani waroeng saja, untuk terima atau tidaknya, kembali ke waroeng-warong, tidak ada pemaksaan,” tuturnya saat di Konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/12/2020).

Baca Juga :  Bima Arya Nikmati Air Perdana SPAM Katulampa

Dirinya juga menilai bahwa semua pun berhak melakukan rekomendasi, namun tetap keputusan ada di e-Warong, seperti halnya TKSK atau pun Dinas Sosial namun tetap e-Warong yang menentukan. “Silahkan tanya saja ke waroeng, Kalo saya cuman menemani, mau dari pemasok manapun tetap saya temani,” katanya dalam Pesan WhatsApp.

Selain itu Subhan juga mengatakan bahwa terkait urusan Rekomendasi pemasok itu adalah domain Dinas Sosial, dirinya hanya Memastikan peserta Perogram Keluarga Harapan (PKH) mendapatkan haknya. “Kalo soal Pemasok silahkan ke dinas aja, kalo Kami cuman menampung aja soal peserta kami ada saldo atau tidaknya, dapat haknya atau tidaknya,” katanya.

Baca Juga :  Tindakan Antisipatif Camat Dramaga Amankan Lahan Pemda Di JLD

“Kalo penawaran biasanya masuk Dinas dulu, mungkin setelah itu baru si Pemasok menawarkan ke warong-warong,” tambahnya melaui Pesan WhatsApp.

Sementara itu dalam Pedoman Umum Program Sembako Perubahan 1 2020 ditegaskan bahwa SDM pelaksana
Program Keluarga Harapan, baik perorangan maupun berkelompok membentuk badan usaha, tidak diperbolehkan menjadi e-Warong, mengelola e-Warong maupun menjadi pemasok e-Warong. (Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *