HRS Tertipu Bisnis Investasi Cryptocurrency Bodong

Bogor | newskabarnegeri.com

Alangkah malang nasib Heri Supendi (HRS) yang tergiur dengan Bisnis Investasi Cryptocurrency mirip Bitcoin, bagai mana tak tergiur melalui Aplikasi dan Website Crypto Mining Biz, USDT Hunter dan MetaTrader 4, dirinya dijanjikan mendapatkan untung berlipat ganda berupa Mata Uang Kripto Ethereum (ETH) dan Tether (USDT) dengan nilai Rupiah Ratusan Juta, belakangan diketahui bahwa ternyata aplikasi tersebut Bodong alias tak Berizin.

Namun ternyata setelah menginvestasikan Rp. 144 Juta yang dibagi ke 3 Aplikasi dan Website tersebut, ternyata hasilnya malah Scam alias dirinya sudah tertipu dan semua Investasi hilang tak kembali. Belakangan diketahui bahwa yang mengajaknya berinvestasi di 3 Aplikasi dan Website tersebut adalah HA Warga Kampung Kebon Kopi RT.01/RW.04 Desa Ciampea Kecamatan Ciampea, yang kini berkediaman di rumah kontrakan RT.03 RW.12 Desa Bantar Jaya, Kecamatan Racabungur, Kabupaten Bogor.



“Awal terbongkarnya Investasi Crypto itu ternyata Bodong juga beberapa Akun trading yang belum lama HA geluti, ketika 31 Juli 2020 lalu salah satu Akun yaitu Crypto Mining Biz mulai mengalami gangguan dalam pengaksesan, sehingga tanggal 1 Agustus 2020 semua mitra mengalami kepanikan. Namun ketika menayakan kepada HA selaku Leader juga Agen perwakilan untuk di Indonesia, jawabannya saat itu dapat menenangkan, dengan dalih sistem sedang mengalami perawatan (maintenance),” tutur HRS, Jumat (18/12/2020).

Bulan terus berganti namun Maintenance tak kunjung usai, sehingga para member merasa dirugikan dan kembali menayakan ke HA, jawabannya kali ini menurut HA dirinya sedang melakukan komunikasi dengan pihak manajemen pusat dan menghimbau agar semua member bersabar dan tenang, tunggu sampai batas akhir bulan Agustus.

“Padahal Kalaulah dihitung keuntungan di awal Maintenance hingga akhir Agustus 2020 minimal 3% keuntungan/hari dari modal, berapa jumlah kerugian?. Namun member tetap mengikuti arahannya dengan harapan apa yang sedang terjadi segera usai,” gumal HRS.

Baca Juga :  134 ODGJ Paska Rawat Siap Jalani Kontrol Rawat Jalan

HRS juga mengatakan bahwa Akhir bulan Agustus yang dinanti pun berlalu, perwakilan Mitra (member/pemilik Akun) menayakan kembali kepastian berakhirnya Maintenance Aplikasi Crypto Mining Biz tersebut kepada HA selaku Agen perwakilan di Indonesia, para member tersontak kaget kali ini mendengar penjelasan dari saudara HA, lantaran menurutnya bahwa dirinya juga sama seperti Mitra lainnya, sebagai mitra biasa yang sama-sama tertipu oleh aplikasi Crypto Mining Biz.

“Padahal di awal saat memperkenalkan, HA menyampaikan secara lisan ke semua Mitra bahwa, MOU sebagai agen perwakilan di Indonesia rampung di sepakati, selain itu pengajuan permohonan lain yang dirinya ajukan pun semuanya dikabulkan pihak manajemen pusat,” tutur HRS menjelaskan.

Tidak saja Crypto Mining Biz produk yang saudara HA tawarkan ternyata Bodong bahkan Scam, tak lama berselang Aku USDT Hunter pun menyusul maintenance, namun berbeda kali ini yang di sampaikan HA bahwa USDT Hunter adalah produk orang Indonesia, jadi dinilai mudah jika ada permasalahan yang sama.

“Gampang nyusulnya kalau terjadi hal yang sama, kita datengin aja ke tempatnya bersama-sama, jadi harap bersabar aja’. Begitu katanya saat itu, memang diaplikasi tertera ada pengumuman langsung dari manajemen aplikasi bahwa sedang dalam proses perbaikan (maintenance) hingga 1 September 2020, hingga akhirnya pun Scam,” tutur HRS.

Menyusul berikutnya Aplikasi MetaTrader 4 yang menurut HA saat itu “ini adalah obot anti galau (Tampa los) karena di operasikan oleh robot secara otomatis alias Tampa di kendalikan oleh manusia alias broker, yang pada akhirnya pun los alias merugi. Dengan apa yang terjadi terhadap semua produk aplikasi tersebut semua Mitra terpukul dan panik, sehingga meminta penjelasan hingga pertanggung jawaban dengan caranya masing-masing kepada saudara HA.

“Yang lain saat itu terkesan sudah terlayani dan diberikan solusi, sedangkan saya masih diabaikan saat itu, hingga langkah persuasif baik komunikasi lewat WhatsApp juga secara langsung, namun hasilnya tidak memuaskan, klimaksnya di awal bulan September, saat disambangi dikediamannya HA hanya berikan jawaban ‘saya kan juga sama-sama tertipu, ya paling semapu saya,” jawabnya lirih,” kata HRS.

Baca Juga :  Keterlambatan Penyaluran PKH, Pendamping Sampaikan Permintaan Maaf

Dianggap tak ada kepastian dan hanya buang waktu saja, akhirnya HRS menyerahkan hak kuasa atas persoalannya ke pihak ke dua, harapan agar persoalannya dapat diselesaikan. Akhirnya Pemegang Kuasa melakukan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan Propesional, terbukti dengan membawa surat pernyataan dan Video dokumentasi yang isinya HA menyatakan tanggungjawabnya atas apa yang terjadi kepada HRS sepenuhnya menjadi tanggungjawabnya dan disampaikan juga bahwa dirinya membuat surat pernyataan tersebut dalam keadaan sehat Tampa kurang suatu apapun dan Tampa paksaan juga tekanan.

“Disurat itu juga tertuang di dalam pernyataan bahwa saudara HA meminta waktu hingga paling lama 2 bulan akan mengembalikan Uang yang di titipkan di rekening pribadinya di waktu yang lalu sebagai modal Investasi yang ternyata Bodong dan Scam, terhitung mulai ditandatangani surat pernyataan tersebut Rabu 23 September 2020 dan terlampir tandatangan 2 saksi,” ungkap HRS.

Mulanya saudara HA membuktikan upaya tanggungjawabnya dengan mentransfer senilai Rp. 25 Juta dan di kesempatan berikutnya Rp. 15 Juta. Namun ketika hari sebelum tanggal yang dijanjikannya berakhir yaitu 23 November 2020, saat di hubungi dirinya sedang tidak diluar yang menurut keterangannya Ia sedang berusaha memenuhi tanggung jawabnya hingga 24 berlalu.

“Esok harinya Pukul 02.00 HA mengirimkan sebuah pesan WhatsApp bahwa persoalan ini Ia limpahkan kepada Advokat atau Lowyer juga ia sertakan surat kuasa tersebut,” tutur HRS.

Selang beberapa hari HRS mendatangi kediaman HA dikontrakannya, Rabu (2/12/20) dengan maksud meminta kejelasan penyelesaian urusan tersebut, hingga HRS mencabut kuasanya dihadapan HA, sempat HA pun menyampaikan bahwa dirinya pun akan lakukan hal serupa namun minta waktu untuk bermusyawarah dengan pihak Lowyer yang telah Ia beri kuasa.

Baca Juga :  Kemisan Parungpanjang, Apa Didengar..?

“Ke 2 kalinya HA mejilat ludahnya sendiri, datang surat Somasi tiba dirumah Saya yang isinya dirinya menyangkal semua pernyataan dan janji yang Ia buat sendiri, dengan dalih terancam dilaporkan kepada pihak Kepolisian dan tertekan dengan didatangi 6 orang yang bertubuh besar dan bermuka seram, hingga sejumlah uang yang telah Ia transferkan ke rekening saudara Saya beserta jaminan yang Ia serahkan secara sukarela minta agar dikembalikan,” kata HRS.

Akhirnya Untuk membuktikan semua kebenaran dimata hukum, HRS pun mengadukan hal ini kepada pihak Penegak Hukum di Polresta Bogor Kota dan juga LBH Pilar Nusa Bogor yang di ketuai Kusnadi SH, MH, CPL, Arif Triono, SH bersama 6 Paralegal.

“Ini berpotensi adanya dugaan penipuan dan penggelapan karena ada janji disitu bahwa aplikasi ini bisa mendapatkan keuntungan, jadi kami selaku Kuasa Hukum dari sodara HRS ketika Beliau mendapatkan Somasi dari yang bersangkutan justru merasa aneh, dalam artian sesungguhnya kan klien kami ini yang sebenarnya adalah korban, dari pihak HA,” kata Kusnadi selaku Kuasa Hukum HRS.

Kusnadi juga mengatakan seharusnya pihak HA lebih koperatif akan hal ini, jangan sampai ada pihak-pihak lain yang pada ujungnya jadi merugikan masyarakat banyak dengan, tawaran-tawaran terkait aplikasi ini. Apalagi saat ini di masa krisis dampak dari Pandemi Covid-19.

“Kami selaku Kuasa Hukum akan terus melakukan pendampingan, karena diduga aplikasi ini, justru bisa merugikan masyarakat banyak,” tegas Kusnadi. (Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *