Dampingi Program Sembako Tali Asih TKSK Rp. 700.000/Bulan

0
65

Bogor | newskabarnegeri.com

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) adalah Relawan yang ditempatkan oleh Kementerian Sosial untuk membantu masyarakat menangani 25 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), namun di sisi lain TKSK juga ditugaskan menjadi Pendamping Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekarang disebut Program Sembako. TKSK sendiri dibina oleh Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos (Dayasos) untuk ke-TKSK-annya dan untuk Pendampingan Program Sembako dibina oleh Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Dayasos, Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Lenny Rachmawati.

“Jadi Dinas Sosial itu melakukan recruitment, memVerifikasi dan Validasi (Verivali) sesuai dengan usulan, Namun rekomendasi dari Kecamatan itu tidak jadi kewajiban, akan tetapi rekomendasi dari Kecamatan itu diperlukan untuk singkronisasi dan menerima usulan dari Kecamatan. Terutama bagi para Relawan yang berasal dari Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang aktif, hasil recruitment disampaikan ke Dinas sosial Provinsi selanjutnya oleh Dinsos Provinsi disampaikan ke Kemensos untuk di SK kan,” kata Lenny, Senin (23/11/2020).



Lenny juga menyampaikan bahwa recruitment TKSK dari unsur Karang Taruna dan PSM dikarenakan TKSK itu sebagai Relawan Penuh, oleh karena itu jika diambil dari unsur Karang Taruna dan PSM dinilai sudah terbiasa bekerja atau bergerak sebagai Relawan yang menangani permaslahan-permasalahan Sosial. Sehingga mereka diberikan penghargaan oleh Kementerian Sosial menjadi TKSK yang diberi Tali Asih oleh Kementerian Sosial.

“TKSK itu sebelum menjadi Pendamping BPNT (Program Sembako) tidak ada yang menarik dari TKSK, Siapa sih yang mau jadi TKSK ?, keluar uang sendiri, malam-malam sedang tidur ditelepon ada orang terlantar, ada yang sakit, ada ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa), tidak ada tuh yang peduli, tidak ada yang menarik. Dengan mengeluarkan uang sendiri tidak punya uang, mereka menggunakan tenaga sendiri, Tidak ada yang memuji atau mencacimaki, bahkan saat menjadi Pendamping Raskin sampai Rasta juga sama,” tutur Lenny.

Namun menurut Lenny setelah TKSK menjadi Pendamping BPNT (Program Sembako) sehingga muncul Keberadaan Agen Himbara dan Pemasok (Supplier) semua berubah. Namun disayangkan TKSK hanya dilihat dibidang itu saja, tidak ada yang melihat bahwa perjuangan TKSK murni sebagai Relawan sejak 2009 menangani 25 PMKS.

“TKSK menjadi Pendamping BPNT (Program Sembako) itu baru 2018. Jangan juga dilihat sisi negatifnya, jangan ada yang bermain, ada bukti dan faktanya laporkan saja,” tuturnya.

Lenny juga menjelaskan secara murni TKSK adalah relawan sosial yang tidak menerima imbalan, namun ditugaskan Kementerian Sosial dan ada Pasal di Peraturan Menteri Sosial Nomor 28 Tahun 2018 bahwa TKSK dapat menerima Imbalan dari Pendampingannya. Misalnya TKSK diberi tugas Pendamping BPNT (Program Sembako), Program BPNT (Program Sembako) tidak masalah untuk memberi ke TKSK.

“Jadi bisa menerima, tapi bukan Honor, itu namanya Tali Asih, Wujud Perhatian atau Apresiasi. TKSK juga diperbolehkan menerima wujud Perhatian atau Apresiasi diluar ABPN, APBD maupun APBDes. Tapi bukan Honor, yang tidak boleh itu Honor, misalkan TKSK mendapatkan Honor sebagai Kepala Desa, dia Tidak bisa mendapatkan anggaran dari sumber yang sama. TKSK itu sebenarnya Relawan Sosial yang posisinya sama seperti PSM, hanya PSM itu di Desa jadi banyak orangnya sedangkan TKSK di Kecamatan,” jelas Lenny.

Lenny juga menerangkan bahwa sampai saat ini Dinas Sosial terus-menerus melakukan pembinaan kepada para Relawan Sosial, karena tidak mudah mengajak masyarakat yang tidak diberikan apa pun mau bekerjasama, masyarakat yang sudah mau bertanggung jawab membantu masyarakat sekelilingnya pun Dinas Sosial sudah bersyukur dan berterima kasih sudah ada masyarakat yang peduli, sementara mereka sendiri belum tentu ekonominya berada. “Itu adalah Apresiasi, meningkatkan kepedulian sosial, kesetiakawanan sosial kepada masyarakat tanpa embel-embel,” katanya.

“BPNT (Program Sembako) itu kebetulan yang ditunjuk sebagai pendamping adalah TKSK, bisa saja PSM pun atau Relawan lainya, hanya Kementerian Sosial itu berfikir TKSK itu sudah mendampingi 25 PMKS dari 2009, mereka itu mengabdi tak diberi apa-apa, sehingga sekarang menjadi Pendamping BPNT (Program Sembako), diberi Tali Asih Rp. 700.000/Bulan,” tutupnya. (Randi)

Tinggalkan Balasan