Rohmat Selamat Kecam Pernyataan Arya Wedakarna

Bogor | newskabarnegeri.com

Pernyataan Anggota DPD RI asal Bali berinisial I Gusti Ngurah Arya Wedakarna di depan siswa siswi SMA Negeri 2 Tabanan, bahwa seks bebas diperbolehkan asal pakai Kondom, memicu polemik di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Bali.

Atas pernyataan yang dinilai sudah kebablasan tersebut, Arya Wedakarna dilaporkan Perguruan Sandhi Murti ke Polda Bali. Arya Wedakarna dilaporkan ke Polda Bali atas dua kasus, yakni dugaan penodaan dan pernyataan seks bebas diperbolehkan asal pakai kondom.

Baca Juga :  Gaji Aparatur Desa Setara PNS Diundur 2020



“Beberapa minggu lalu yang bersangkutan telah mengeluarkan pernyataan yang diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali yang intinya diduga merendahkan Ida Bathara Dalem Ped Nusa Penida,” ujar Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta, Jumat (30/10/2020).

Hal yang sama juga disampaikan pengamat sosial dan praktisi hukum Rohmat Selamat, SH, M.Kn., Rohmat menilai apa yang disampaikan Arya Wedakarna selaku anggota DPD sangat disayangkan, apalagi dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat, yang seharusnya bisa memberi edukasi baik kepada generasi muda.

Baca Juga :  Rakor Satgas Covid-19 Bersama Relawan se-KecamatanTenjolaya

“Jika benar apa yang disampaikan Arya Wedakarna, ini sama artinya telah menciderai norma-norma dan nilai-nilai moral. Seharusnya, sebagai tokoh masyarakat Arya Wedakarna bisa mengedukasi anak-anak bangsa ini dengan ajakan-ajakan yang baik, semisal bagaimana bahayanya seks bebas, bukan malah membolehkan asal pakai kondom. Ini kan menjerumuskan namanya,” kata Rohmat Selamat kepada media, Senin (2/11/2020).

Baca Juga :  PC Satria Gerindra Siap Laksanakan Hasil RAKORDA Jabar

Rohmat menegaskan, adalah kewajiban kita semua, untuk mentransformasi pola pikir yang baik, perilaku yang baik kepada generasi muda kita, karena hal demikian, merupakan pondasi bagi anak-anak kita.

“Akhlak dan moral, ini yang harus kita tanamkan pada anak-anak kita, jangan menjerumuskan anak-anak kita dengan hal-hal yang tidak sepantasnya,” ujarnya. (Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *