Was-was Aparatur Desa

0
3

Bogor | newskabarnegeri.com

Pelantikan 222 Kepala Desa Terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 3 November lalu, tinggal menghitung hari, sementara untuk 51 desa lainya akan dilantik di bulan Januari 2020. Disamping itu Rasa Was-was kini dirasakan para Aparatur desa disela bersiap-siapnya para Kepala Desa Terpilih untuk dilantik.

“Saya dan teman-teman aparatur desa sebetulnya merasakan Was-was, karena itu suatu hal yang wajar ketika mungkin ada perubahan formasi aparatur desa baik itu secara stap by stap atau langsung atau ada penambahan, kita sendiri gak tau sampai dengan saat ini,” kata Weli Sawaludin, Sekretaris Desa Tamansari, Kamis (12/12/2019)

Weli juga menyampaikan rasa was-was itu bukan hanya terkait dengan posisi yang akan digeser atau mungkin dipensiunkan dini, tapi juga berhubungan dengan pekerjaan di Desa yang sudah dan akan dilaksanakan, karena kedepan sistem pelaporan dan perencanaan terkait APBDes berbasis Online atau Komputerisasi.

Menanggapi hal tersebut Camat Tamansari, Bayu Ramawanto menuturkan bahwa ada aturan dalam pergantian aparatur desa, karena perangkat atau aparatur desa tidak sehari duahari di desa dan pastinya mereka itu paham dengan kondisi di desa.

“Ya, jadi diharapkan kalo mau melakukan perombakan ya harus jelas dasarnya apa, jangan sampai maen ganti-ganti aja, taunya kalo sudah dibutuhkan udah keburu diganti,” kata Bayu, Kamis (12/12/2019)

Disamping itu Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Adi Hendriyana menilai wajar saja jika Perangkat Desa was – was pasca Pilkades serentak jika incumbentnya kalah, mereka khawatir jika Kepala Desa baru akan menggantikan posisi mereka dengan Perangkat Desa yang baru.

“Pemerintah Daerah sedang mempersiapkan surat edaran kepada para Kepala Desa agar tidak memberhentikan para Perangkat Desa secara sepihak tetapi harus sesuai mekanisme dan tahapan,” kata Adi, Kamis (12/12/2019)

Adi juga mengingatkan bahwa, pada saat deklarasi damai pun Bupati dalam sambutanya menyampaikan agar para Kepala Desa terpilih nantinya tidak dengan mudah meberhentikan perangkat desa apalagi para operator, karena mereka sudah dilatih dengan berbagai keahlian dan peningkatan kapasitas, terutama dalam pengeloloaan keuangan Desa.

“Jangan sampai nanti roda pemerintahan didesa mandeg gara-gara Perangkat Desanya baru atau operatornya baru. Mudah-mudahan Surat Ederan segara selesai paling tidak, bisa memberikan gambaran kepada para Kepala Desa baru tetang rekrutmen dan mekanisme pergantian perangkat desa,” tambah Adi.

Disamping itu Adi juga berpesan agar Perangkat Desa yang ada saat ini tetap bekerja semangat dan profesional, tujukan kepada Kepala Desa baru bahwa mereka layak untuk di pertahankan.

Reporter : Randi

Tinggalkan Balasan