KPM PKH Ciampea Ikuti Pelatihan Menjahit Disprindag

0
1

Bogor, Kabar Negeri

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ciampea menerima pelatihan menjait dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Bogor, sekitar 40 KPM yang berasal dari 5 Desa mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini dalam rangka Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dilaksanakan oleh Disprindag Kabupaten Bogor di Prakarsai oleh PKH, para peserta berasal dari 5 desa diantaranya Ciampea Udik, Cibuntu, Tegal Waru, Bojong Rangkas dan Bojong Jengkol, disetip desa diambil perwakilan 8 orang,” tutur Muhtar, Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Ciampea, Kamis (05/09/2019).



Muhtar juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung sejak Selasa (03/09/2019) hingga hari ini, yang sasaranya adalah untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi para KPM sehingga dapat meningkatkan taraf ekonominya.

Semantara itu perwakilan dari Disprindag Kabupaten Bogor Subiyo menuturkan bahwa pola pembimbingan yang diberikan kepada peserta di sesuaikan dengan kemampuan SDM-nya, namun dalam pelatihan tersebut tidak ada pembahasan terkait pemasaran.

“Tapi untuk itu kami ada marketing online, nanti kami ajak pelatihan lagi ada berapa orang perwakilan, di sana ada cara membuat dan cara marketing, contohnya di Ciseeng disana ada pasar kerudung yang membuat kerudung, disini diharapkan dari hasil peserta nanti bisa dipasarkan, terlebih diciampea ini sudah menjadi sentra jaket dan tas,” katanya.

Subiyo juga mengatakan nantinya akan dicari potensi-potensi dari peserta yang ikut pelatihan dan dibagi menjadi bagian Produksi, Managemen maupun Pemasaran, karena menurutnya setiap kemampuan dan SDM para peserta berbeda-beda, nanti pendamping yang akan menseleksi itu.

“Saya hanya berusaha membuka pola fikir bahwa perempuan itu tidak hanya untuk meminta ke suami, jadi kepalanya itu harus isi, intinya meningkatkan pemberdayaan perempuan jadi perempuan itu harus berdaya,” tutur Hafsah dari Universitas Dharmais (Undhar) sebagai narasumber dalam kegitan tersebut.

Hafsah juga menyampaikan bahwa berdayanya seorang perempuan tergantung pada dirinya sendiri, dirinya disini selain memberikan pelatihan terkait menjait namun juga menyampaikan motivasi kepada para KPM sehingga dapat mandiri secara ekonomi.(Heri)

Tinggalkan Balasan