KPM & Masyarakat Bangun Ekonomi Lewat Kopi & Gula Aren

0
12

Bogor, Kabar Negeri

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Masyarakat Kp. Cisalada Desa Purwabhakti Kecamatan Pamijahan mulai membangun usaha Khususnya Kopi dan Gula Aren, mereka memanfaatkan potensi hutan di wilayah tersebut.

Pohon-pohon kopi yang rimbun dan biji kopi berlimpah mereka olah menjadi kemasan-kemasan menarik dengan brand Kopi Kolot. Sedangkan untuk Gula Aren para KPM dan Masyarakat juga memanfaatkan potensi hutan diwilayah tersebut serta dikemas dengan kemasan tradisional menggunakan kulit batang pohon pisang.



Namun kedua kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat juga tidak merusak kelestarian hutan khususnya di Gunung Gagak dan Kasur yang luasnya kurang lebih 50 hektar di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) II.

“Sementara ini pasar sendiri masih diwilayah sekitar juga kerabat, untuk mengambangkan usaha ini kita butuh pasar yang lebih memadai, bahkan saya memprediksi dengan usaha ini para KPM dapat tergraduasi secara mandiri karena ekonominya sudah kuat karena ditopang oleh usaha Kopi dan Gula Aren,” kata Cacang Arifin sebagai Pendamping PKH wilayah tersebut.

Sementara itu untuk menuju Kp. Cisalada tersebut membutuhkan waktu 4 jam dari pusat Kota Bogor ke Desa Purwabhakti, sesampainya di Desa Purwabhakti perlu ditempuh jarak 3 km dengan waktu tempuh 40 menit menggunakan Sepeda Motor dan 160 menit dengan berjalan kaki.Namun menuju lokasi para KPM dan Masyarakat petani kopi meski jalurnya turun dan menanjak banyak suguhan pesona alam dengan View Sawah-sawah tarasering yang memberikan kesan nilai estetika di wilayah tersebut.

Disamping itu Cacang Arifin juga menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan inspirasi untuk mendorong masyarakat dan KPM selain melihat potensi wilayah juga dari Pelatihan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terkait pengemasan prodak-prodak termasuk Kopi.

“Saya mendapatkan keyakinan bahwa kemasan juga menambah nilai harga suatu prodak dari pelatihan BUMDes, sehingga saya memiliki keyakinan untuk bersama-sama membangun ekonomi lokal dengan potensi-potensi wilayah khususnya kopi dan Gula Aren ini,” tutur Arifin.

Namun Arifin juga mengakui bahwa sementara ini para KPM dan Masyarakat masih kesulitan dalam memasarkan prodak-prodak tersebut, menurutnya dibutuhkan pangsa pasar yang lebih luas untuk dapat mendorong keberlangsungan usaha para KPM dan Masyarakat.

“Kedepanya kita juga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak baik moril maupun materil, untuk membantu berkembangnya usaha ini, sehingga potensi ekonomi wilayah dapat berpengaruh kepada ketahanan ekonomi masyarakat khususnya KPM,” katanya. Arifin juga menyampaikan bahwa ada sekitar 30 masyarakat beserta KPM dari 2 RW di wilayah Kp. Cisalada diantaranya RW. 06 dan 07.

Ia juga mengatakan ada 2 jenis Kopi Kolot yang diolah oleh masyarakat dan KPM antara lain adalah Kopi Kolot yang dipetik dari pohon dan Kopi Kolot yang dipungut ditanah atau luwak.

“Untuk kopi luwak sendiri itu masyarakat pungut langsung dari alam, jadi bukan luwak yang dipelihara, rasanya pun jelas berbeda,” pungkasnya. Arifin juga mengatakan dalam memberdayakan potensi ini dirinya bersama kepala dusun Aja, yang juga membantu memasarkan prodak-prodak terebut. (Heri)

Tinggalkan Balasan