Sosok Dessa Bakal Calon Kades Palasari

0
24

Bogor, Kabar Negeri

Dedi Suherman Sukarna Aminah (Dessa) pria kelahiran 1967 ini memiliki niatan luhur meneruskan perjuangan Ayahandanya Isak Sukarna yang biasa disapa Lurah Karna, untuk membangun Pemerintahan Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang mengedepankan Rasa Gotong Royong, Peningkatan Kwalitas dan Kuantitas pelayanan yang prima serta kekeluargaan, sehingga tercipta Pemerintahan Desa yang Adil, Makmur dan dapat mensejahterakan masyarakat.

Sebagai simbol dan perwujudan semangat Dessa maka tercetuslah satu kalimat bahwa semua warga adalah Sadessa, Sahabat Dedi Suherman Sukarna Aminah, oleh karena itu Dessa memberanikan diri untuk maju dalam pentas Pemilihan Kepala Desa Palasari 3 November mendatang.



Untuk mewujudkan Pemerintahan Desa yang Adil, Makmur dan dapat mensejahterakan masyarakat, Pria Jebolan STM Yasbhita Ciawi Kota Bogor ini memiliki Motto Mengatasi Masalah tanpa Masalah, yang menurutnya itu sudah suatu konsekwensi apabila masyarakat mengamanahkan kepempinan desa kepadanya sehingga dirinya terpilih jadi Kepala Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Selain itu Pria yang pernah menempuh pendidikan di SMP PGRI 214 Palasari ini juga berniat saat dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Palasari, akan menyelenggarakan Pemerintahan yang bersih, terbebas dari KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) serta bentuk-bentuk penyelewengan hal lainnya, Menyelenggarakan urusan Pemerintahan Desa secara transparan, yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Dessa juga nantinya memiliki Program Rutin Jumat Keliling (Jumling) sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat desa yang pada sore hari dan pada malam harinya Sholat Berjamaah bersama Sadessa, dilanjut sosialisasi pendampingan Pemerintah setempat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan Kepala Dusun (Kadus) beserta Tokoh Pemuda melalui Karang Taruna Desa, serta penyuluhan khusus kepada pengusaha kecil, Wiraswasta dan Petani di setiap wilayah, sebagai motor percepatan perekonomian pedesaan.

“Ketika kepemimpinan saya nanti, saya siap dan terbuka, transfaransi itu sudah suatu keharusan, Ketika Jabatan sebagai Kepala Desa yang amanah, saya Rela Untuk Di Intip (Relatip), karena sudah suatu keniscayaan seorang pemimpin, Benar katakan Benar, Salah katakan Salah, itulah artinya bekerja sama,” tuturnya.(Mulyadi)

Tinggalkan Balasan