Kebal PERDA No. 4/2015 : Menjamur Jembatan Tak Berizin di Bojonggede

0
2

Bogor, Kabar Negeri

Disela upaya Pemerintah Kabupaten Bogor mensosialisasikan kembali Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban umum, khususnya pada pasal 9 ayat 2 yang berbunyi Setiap orang atau badan dilarang membuang sampah ke sungai, saluran, situ/danau dan mata air, ternyata Pemerintah Kabupaten Bogor dinilai tidak mensosialisasikan seutuhnya PERDA tersebut.

Pasalnya masih banyak jembatan di sepanjang Kali Baru di wilayah Kecamatan Bojonggede yang tak memiliki izin, padahal dalam PERDA tersebut pada Pasal 9 ayat 7 disebutkan Setiap orang atau badan dilarang mendirikan bangunan atau jembatan pada daerah penguasaan sungai, saluran dan situ/danau kecuali atas izin dari pejabat yang berwenang.



“Baik pada jembatan yang dibangun secara permanen oleh para pengembang perumahan maupun jembatan yang dibangun oleh masyarakat, serta sarana penyebrangan untuk rumah ibadah, sekolah dan sarana perlintasan lainnya yang dibangun oleh swadaya masyarakat, hanya ada beberapa yang berizin,” tutur Camat Bojonggede, J. Dace Hatomi. S.Ip.

Meski demikian Camat juga mengaku terkait jumlah jembatan yang ada di Kecamatan Bojonggede pihaknya masih belum menghitung, namun dirinya memastikan dari mulai Waringin Jaya hingga berbatasan Depok pasar Citayam Jumlahnya Ratusan.

“Saya tidak tau pasti jumlahnya karena izinnya itukan dari Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat yang menyangkut dengan pemanfaatan lahan milik pemerintah, karena sungai dan kali itukan di bawah pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA),” kata Camat.

Camat Dace juga menilai jika Jembatan-jembatan yang tak berizin dibongkar dikwatirkan akan memicu masalah di kemudian hari, namun tetap Proses Peneguran dilakukan oleh DSDA, UPTD dan Satpol PP, namun ternyata tidak ada tanggapan bahkan memang sebenarnya tidak bertuan. Sehingga ada Jembatan yang ditindak dengan dilakukan pembongkaran mengerahkan alat berat yang datangkan dari Workshop yang ada di Cibinong.

“Namun walaupun jembatan sudah kita bongkar tetap saja aliran sungai Kali Baru tidak lancar, di karanakan endapan serta pendangkalan kali. Hal tersebut pun sudah kita koordinasikan serta minta bantuan Kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk diangkat dan dibersihkan, selain itu setiap hari Jumat juga kita adakan kerja bakti gotong royong, bebersih semampu kita dengan keterbatasan dan ketiadaan alat -alat yang memadai,” terangnya.

Camat juga merasa bahwa selama ini surat teguran apapun dari DSDA Provinsi belum ada tembusan kepadanya, karena penindakan itu ada dipihak UPTD dan Provinsi pihaknya hanya sebatas melaporkan terkait banyaknya jembatan yang tak berizin di wilayah Bojonggede.

“Salah satu contohnya yang kita bongkar kemaren, karenkan sifatnya persuasif pada masyarakat, karna di kwatirkan ada salah paham, namun pada inti banyak jembatan yang tidak memiliki izin,” pungkas Dace.(Heri)

Tinggalkan Balasan