Kemisan Parungpanjang, Apa Didengar..?

0
8

Bogor, Kabar Negeri

Payung-payung hitam kembali berjajar di Trotoar jalan didepan kantor Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Kamisan Parungpanjang, begitulah para Masyarakat Pemuda menyebutnya, aksi masyarakat muda sebagai wujud protes atas janji pemerintah membangun Jalur Khusus Tambang, sebagai solusi jalan Parungpanjang yang kerap hancur dan memakan korban jiwa karena banyaknya Truk-truk tambang yang melintas.

“Kita merefleksikan Hak-hak kita yang saharusnya dipenuhi oleh pemerintah, tapi kita lihat sendiri bahwa kasus permasalahan pertambangan ini kan sudah lebih dari 30 tahun di Kecamatan Cigudeg, Cariu, Rumpin dan Gunungsindur juga Parungpanjang, harusnya ini menjadi skala prioritas ataupun skala prioritas nasional,” tutur Erlan Sabda dalam orasinya, Kamis (11/07/2019).



Erlan juga meluapkan kekecewaanya kepada Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor yang tidak memprioritaskan jalur khusus tambang di Parungpanjang, “Ridwan Kamil lebih memprioritaskan LRT Kota Bandung, sedangkan Ade Yasin lebih memprioritaskan Jalur Puncak 2 yang dia sendiri mencetuskan ke Presiden Jokowi, tapi tidak ada pembahasan tentang jalur tambang yang diminta oleh kedua pemimpin itu pada Presiden,” katanya.

Erlan juga menilai bahwa Galian C yang ada di Cigudeg itu adalah untuk kepentingan pembangunan Nasional, padahal jalan Parungpanjang adalah jalan Provinsi namun umumnya dipakai jalur pertambangan, untuk mendistribusikan hasil tambang dari Cigudeg.

Erlan juga mengkeritik janji Politik yang hanya manis di awal yang keluar dari mulut-mulut para elit politik yang hanya bisa menebar janji di awal setelah mereka terpilih realisasinya nol, bahkan menurutnya dulu Dady Mizwar pernah ke ke Parungpanjang, namun nyatanya juga mereka belum bisa merealisasikan jalur tambang.

“Ridwan Kamil pernah ke sini, setelah dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat, tapi Ridwan Kamil berjanji merealisasikan jalur tambang dalam jangka setahun, tapi sampai saat ini realitanya jalur tambang tidak ada kepastian,” tuturnya.

Erlan juga mengatakan bahwa Masyarakat Peduli Parungpanjang dan Aliansi Gerakan Jalur Tambang sudah sampai ke Kantor Staf Presiden (KSP) dan telah mengajukan aspirasinya namun hanya sampai meja-meja kekuasaan tidak sampai realisasinya, “katanya dari KSP masih menunggu, menunggu dan menunggu, tapi hasilnya tidak ada sih sampai saat ini,” pungkasnya, Didepan Spanduk Presiden yang dipasang di Depan Kantor Kecamatan.(Randi)

Tinggalkan Balasan