Perda No.4/2015 di Dramaga Perlu Didukung Sarana & Prasarana

0
17

Bogor, Kabar Negeri

Bupati Bogor Hj. Ade Munawaroh kini sedang menggencarkan realisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, khususnya pada pasal 9 ayat 2 yang berbunyi Setiap orang atau badan dilarang membuang sampah ke sungai, saluran, situ/danau dan mata air.

Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kecamatan Dramaga sebelumnya sudah mensosilisasikan Perda tersebut agat masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, karena dalam Perda tersebut ada sanksi hukum berupa denda maksimal Rp. 50 Juta dan kurungan maksimal 3 bulan.



“Kita disetiap Minggon itu sudah mensosialisasikan Perda tersebut, bahkan setiap Jumat kita melaksanakan kegiatan Jumat Bersih yang melibatkan unsur-unsur Muspika, Koramil dan Polsek,” kata Camat Dramaga, Adi Hendryana, Senin (08/07/2019)

Camat juga melanjutkan, contohnya Jumat kemarin, kita melaksanakan Jumat Bersih di sepanjang jalur JLD, “kita juga membuat sepanduk-sepanduk di beberapa titik yang disinyalis warga sering membuang sampah ditempat itu,” katanya.

Camat juga menilai bahwa Permasalahan sampah ini bukan semata-mata kesalahan warga masyarakat akibat buang sampah sembarangan, banyak faktor masalah diantaranya sarana dan prasarana yang harus didukung.

“Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kita juga jarang, kemudian alat-alat pengangkutnya Truk dan lain sebagainya terbatas, makanya kita tidak bosan-bosanya mengusulkan truk jatah Dramaga ditambah,” katanya.

Camat Adi juga menyampaikan bajwa Jatah Truk angkut sampah untuk Dramaga saat ini hanya 3 unit dan dibagi 3 kecamatan, Dramaga, Ciomas dan Tamansari, “sama aja cuman 1 Truk, dan dalam seminggu itu kebagian sehari, satu rit itu untuk satu desa, jadi relarif lama pengangkutanya,” tuturnya.

Adi juga menilai perlunya pelatihan-pelatihan teknologi persampahan, agar masyarakat dapat mengola sampah jadi manfaat atau untuk jadi bahan industri. Terkait hal ini pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) apakah memiliki program untuk itu, agar warga nantinya warga bisa melakukan kegiatan pengelolaan sampah Mandiri.

“Contohnya dengan Pemda memberikan alat-alat pengelola sampah, kalo untuk memilah yang 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) itu masyarakat sudah melakukan walupun tidak secara keseluruhan, memilah mana sampah basah, sampah kering atau dibuat kerajinan, tetapi yang agak sedikit dengan menggunakan teknologi belum, kita coba dorong supaya itu ada di Dramaga,” pungkasnya.(Randi/Heri)

Tinggalkan Balasan