Sihab Craft Ukiran Harapan Keluarga

0
7
SONY DSC

Bogor, Kabar Negeri

Dai Priatin (47) dan anaknya Sihabudin (20) warga RT.04 RW.02 Kp. Pasir Gintung, Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung terus mengembangkan usahanya sebagai pengrajin golok, Selepas kepergian sang Ibu, Iis (Almh) Keluarga yang juga masuk dalam kepersertaan Program Keluarga Harapan (PKH) ini terus mengembangkan usaha khusunnya sebagai pengrajin serangka dan ukiran golok serta perkakas lainnya.

“Saya memiliki keahlian mengukir dan membuat serangka golok ini sudah sejak Sekolah Dasar Namun memeng saat itu saya belum fokuskan, saya memfokuskan keahlian ini dan memberanikan diri menerima pesanan ya baru sekarang-sekarang ini, untuk besinya kita pesan ke pengrajin yang lain,” kata Dai, Sabtu (04/04/2019)



Disamping itu sang Anak Sihabudin menyampaikan bahwa diusahanya saat ini memang mengalami kesulitan dalam memasarkan prodaknya, sehingga dirinya hanya bisa membuat setelah mendapatkan pesanan, terlebih modal yang dia miliki sangat terbatas.

“Kelemahan kita itu dari segi modal, kalo segi prosuksi kita siap saja, namun dari modalnya kita lemah, dan sebenarnya jika ukiran harus ada mesin ukirnya agar proses produksi bisa lebih cepet,” katanya.

Usaha Pembuatan Serangka golok dengan bahan baku Kayu Jawar, Sono Keling, dan Reungas serta mahoni ini memiliki nama Sihab Craft yang sudah mengikuti beberapa pameran diantaranya di Bogor Fest di Cibinong, Universitas Taruma Negara dan KPP Cileungsi Bogor.

Pendamping PKH, Chintia menjelaskan bahwa pada awalnya Sihab Craft ini didaftarkan dan mengikuti program Patihan Wira Usaha Baru Dinas Koprasi dan UKM, Kabupaten Bogor, sampai bisa mengikuti pameran di beberapa tempat.

“Sihab Craft ini telah melewati proses kurasi untuk ikut pameran, kemarin kurasi langsung oleh pak Kepala Dinas dan prodaknya Sihab ini bisa lolos kurasi, jadi memang cukup layak namun masih kesulitan di pemasaranya,” katanya.

Chintia juga menjelaskan bahwa pihaknya sebagai Pendamping PKH memiliki kewajiban dan fungsi dalam membantu dan mengembangkan potensi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, sehingga dapat membantu dan meningkatkan ketahaan ekonomi keluarga tersebut.

“Kita akan coba mendorong KPM agar lebih inovatif dalam menciptakan prodak, terlebih Sihab ini punya keahlian di ukiran, saya akan coba memotivasi dan mengarahkan Sihab agar dapat menciptakan prodak lain selain ukiran golok ini, contohnya asbak ukiran atau lainnya, sehingga pasarnya akan lebih global,” katanya.(Randi)

Tinggalkan Balasan