1200 KPM Hadir Dalam Penyaluran PKH & BPNT di Ciawi

0
6

Bogor, Kabar Negeri

Kementrian Sosial melaksanakan Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berlokasi di Wisma YPI, Ciawi, Bogor, Jawa Barat (5/4/2019). Acara tersebut diantaranya dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, dan Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I, A. M. Asnandar. Peserta yang hadir pada acara tersebut kurang lebih sebanyak 1.200 peserta yang terdiri dari Ketua Kelompok PKH, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta SDM PKH dan BPNT.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyampaikan bahwa dengan adanya program Bantuan Sosial PKH maupun BPNT diharapkan permasalahan sosial dapat diatasi dengan meningkatkan kesejahteraan bagi KPM agar bisa kembali bangkit dan memutus mata rantai kemiskinan.

“Faktor lainnya yang perlu diperhatikan adalah ditingkatkannya kualitas sumber daya manusia dengan memberikan berbagai pelatihan bagi KPM yang disesuaikan dengan kemampuan individu setempat dengan sumber daya lokal yang ada,” kata Wakil Bupati Bogor.

Semetara itu Menteri Sosial menyampaikan bahwa berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan September 2018, angka kemiskinan berhasil ditekan kembali. Disaat yang bersamaan, pemerintah juga berhasil memperbaiki gini ratio yang ada di Indonesia. Upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan dan memperbaiki gini ratio disaat yang bersamaan bukanlah hal yang sederhana karena memerlukan perjuangan dan komitmen yang luar biasa.

“Tidak banyak pemerintah di muka bumi ini yang berhasil menurunkan angka kemiskinan dan disaat yang bersamaan memperbaiki gini ratio. Ada sejarahnya pemerintah Republik Indonesia mengurangi angka kemiskinan tetapi gini ratio memburuk. Namun pemerintah Republik Indonesia saat ini berhasil mengurangi angka kemiskinan serta memperbaiki gini ratio.” ujar Menteri Sosial.

Selain membahas angka kemiskinan dan gini ratio, Menteri Sosial juga berinteraksi dengan para peserta dari unsur Pendamping Bansos maupun KPM. Interaksi yang dilakukan adalah dengan mengundang beberapa peserta untuk naik ke atas panggung dan memberikan pertanyaan yang jika dijawab dengan benar maka akan diberikan hadiah. Pertanyaan yang diberikan kepada pendamping terkait dengan data angka kemiskinan dan gini ratio. Sedangkan untuk KPM, pertanyaan yang diajukan mengenai pengalaman mereka dalam mendapatkan bantuan sosial.

Setelah memberikan pertanyaan, Menteri Sosial pun menutup sambutannya dengan mengundang peserta dari unsur KPM untuk naik ke atas panggung bagi mereka yang dengan sukarela dan ikhlas mengajukan diri untuk digraduasi dari program bantuan sosial. Beberapa KPM pun maju mengajukan diri untuk digraduasi dengan memberikan alasan mereka masing-masing. Mereka mengaku sangat terbantu dengan program bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah dan berniat untuk menjadi lebih mandiri dengan mengembangkan usaha. (Randi)

Tinggalkan Balasan