Realisasi Kartu Tani Di Kecamatan Tenjolaya Kab. Bogor

0
7

Bogor, Kabar Negeri

Dalam dukungan nya pemerintah pusat terhadap petani Nasional, kini gencar lakukan pendistribusian Kartu Tani, melalui Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI ),dengan mengandeng Bank Mandiri khusus untuk wilajayah jawa barat,bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bogor diwakili Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) sebagai monitoring wilayah di empat Kecamatan.

Acara tersebut di laksanakan di aula gedung serbaguna kantor Kecamatan Tenjolaya Jl. Abdul Fatah No.09, dimulai dari Pukul 09.00 sampai 15.00 WIB, yang dihadiri oleh semua pelaku tani yang terggabung dalam kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sekecamatan Tenjolaya, juga dihadiri para penyuluh pertanian bersama UPT Pertanian Cibungbulang yang diwakili Zenal selaku kordinator penyuluh.

Ketua kelompok tani Harapan Maju Mamit warga Rt 3 Rw 6 Desa tapos 1 menerangkan ” Ini penyerahan kartu tani tahap kedua untuk pupuk subsidi, pupuk urea, TS, ZA, MPK, bantuan bibit juga ada cuman beda kartu,”

Disela acara itu Mamit pun menyampaikan bagaimana cara petani mendapatkan bantuan benih ” cara mendapatkannya perpetani bisa mendapatkan bibit sesuai lahan garapan,” , Selasa (12/03/2019)

Hal serupa disampaikan Budi warga juga warga RT.03/RW.06 Desa Tenjolaya selaku sekertaris Poktan Harapan Maju, dirinya membenarkan bantuan pupuk dari pemerintah tersebut melalui UPT yang saat ini pembagian kartu tahap kedua, selain itu bantuan pupuk pun di atur oleh UPT saat pendistribusiannya.

“Ini dalam rangka penyerahan kartu tani termin kedua, acara ini akan tetus dilanjutkan sampai masyarakat tani semuanya memiliki kartu tani,”
Tambahnya” untuk petani yang masih belum bergabung ke wadah kelompok tani, agar secepatnya mendaptarkan diri ke poktan,mengingat syarat mendapatkan kartu tani rekomendasi atau yang terdaptar di poktan, proses ini akan tetap dilakukan sampai para petani memiliki kartu tani. ”

Hal lain disampaikan Toto sebagai Penyuluh wilayah Desa tapos 1 dan tapis 2,mengatakan semua petani yang masih komit dalam propesi dan masih memiliki lahan pertanian walau tidak tergabung dalam kelompok tani juga berhak mendapatkan kartu tani.”semua petani baik yang tidak tergabung ke organisasi tani apalagi tergabung dalam organisasi semuanya boleh mendapatkan karena itu hak petani selagi mereka komit bertani dan masih memiliki lahan pertanian nya,” katanya.

Selain itu Toto juga menyampaikan bagaimana cara mendapatkan kartu tani juga kartu tersebut, “cara mendapatkanya, poto copy kartu keluarga, ktp dan keterangan luasan lahan garapan atau yang di garap, diserahkan ke penyuluh di wilayah masing-masing lalu berkas masuk dan diajukan prosesnya bisa 4 bulan hingga 1 tahun itupun tergantung operator bank mandiri.”pungkasnya

Lanjutnya, bagi masyarakat yang sudah memiliki kartu tani keuntungan dapat membeli pupuk bersubsidi (Urea, ZA, TS, MPK Poska)atau jauh lebih murah dan belinya di kios yang sudah ditunjuk,dibanding beli pupuk diluar atau reguler sudah barang tentu lebih mahal. “pungkasnya

Adapun kartu tani tahap kedua sudah berhasil terealisasikan mencapai 50 % dari jumlah total 471 petani, Hal ini di benarkan oleh koordinator penyuluh tingkat Kabupaten Bogor Zenal, sementara sisa kartu tani menurutnya akan di wakili dan distribusikan melalui masing masing penyuluh
“baru 50 % ya kalau target mah sesuai, sisanya nanti di bagikan sama penyuluh agar diberikan ke setiap petani dan pihak Bank juga sudah mengkuasakan ke penyuluh itu ada berita acaranya,” terangnya.

Dalam kesempatan yang berbeda Kepala UPT Cibungbulang Teddy, di kediamannya sore Pukul 16.30 WIB menyampaikan Tentang Kartu Tani yang memang sudah di bahas sejak 2018 awal, menurutnya kartu tani ini juga bertujuan bukan hanya untuk pembelian pupuk subsidi tapi dulu untuk penyaluran pupuk subsidi dan petani beli dengan harga subsidi.
“Mungkin barangkali setelah di evaluasi oleh pusat, bahwa penyaluran pupuk subsidi ada ketimpangan, antara realisasi yang di beli petani dengan realisasi pemberian subsidi.

Kalo dulu pembelian subsidi ke produsen Tapi mungkin di dalam perjalannya apa yang di beli petani yang di salurkan ke petani dengan di serap produsen itu mungkin dalam tanda kutip sebagian fiktif,ya inilah dasarnya, nah inilah ada nya kebocoran dan tidak tepat sasaran,” terang kepala UPT.(Asep)

Tinggalkan Balasan