WNA Miliki e-KTP, Fadli Zon : Harusnya TNI Sudah Ikut Terlibat

0
8

Bogor, Kabar Negeri

Warga negara China punya e-KTP di Cianjur buat heboh nitizen. Bermula dari Foto e-KTP yang sudah menyebar di media sosial, sehingga kabar ini sudah jadi perbincangan hangat. Dalam foto yang viral di media sosial tampak foto wajah pria, bernama Guohui Chen. Tempat dan tanggal lahir, Fujian, 25 Maret 1977. Alamat, Jalan Selamet Perumahan Rancabali, RT 002 RW 04, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Agama, Kristen. Status pernikahan, menikah. Kewarganegaraan, China.

Saat dikonfirmasi, Plt Bupati Cianjur, Suherman, membenarkan beredarnya kabar kepemilikan e-KTP oleh orang China ini. Hanya dia menekankan bahwa warga asing diperbolehkan memiliki e-KTP.

Hal tersebut dikritik pedas Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menurutnya tidak seharusnya ada WNA yang memiliki e-KTP, karena dapat membahayakan kehidupan bangsa dan negara, bahkan lebih fatal berdamak adanya penyusup dari luar.

“Kalo menurut saya itu jelas salah ya, engga bisa lah kalo WNA itu bisa memiliki e-KTP, kalo bisa begitu saya kira itu akan membahayakan kehidupan bangsa dan negara, bisa-bisa ada penyusupan dari warga negera asing, lama-lama ini mengubah demografi kita, mengubah peta kependudukan kita,” katanya, Rabu (27/02/2019), seusai menghadiri Boling Bupati Bogor di Leuwiliang.

Fadli juga mempertanyakan kinerja TIMPOR (Tim Pengawas Orang Asing) yang seharusnya dapat mengawasi hal tersebut dan mengecek WNA yang memiliki e-KTP tersebut apakah mendapatkan secara legal atau Ilegal.

“Jadi seharusnya pengawasan terhadap orang asing kan ada TIMPORA, itu harusnya bekerja untuk mengawasi, jadi kalo ada yang mendapatkan e-KTP harus di cek, apakah mendapatkannya dengan legal atau Ilegal,” katanya.

Fadli juga melanjutkan, jika WNA tersebut mendapatkan secara Ilegal berarti harus ada yang diperikasa, “karena menurut saya ini membahayakan, dari sisi keamanan nasional ini membahayakan. Ada orang menyusup kemudian bisa mendapatkan E-KTP, setahu saya E-KTP itu harus untuk penduduk dong,” ujarnya.

“Ini yang harus diperiksa, kita cek secara kasus per kasus, tetapi kejadian di Cianjur ini jangan-jangan fenomena Gunung Es, ini baru yang ketahuan, padahal lebih banyak lagi kasus seperti ini,” lanjut Fadli.

Fadli juga menegaskan bahwa ini bukan hanya persolan Pilpres dan DPT, ini persolan Negara, “menurut saya kalo ada orang asing masuk dan bisa mendapatkan e-KTP, menyusup gitu ya, ini kan namanya infiltrasi, f TNI sudah ikut terlibat, karena ini adalah penyusupan warga negara asing yang kita gak tahu latar belakangnya, bisa saja mereka itu tentara,” pungkasnya. (Randi)

Tinggalkan Balasan