RAT Koprasi Angkutan Kota KAUBER ke III Ketua Organda Kecewa KADIHUB Tak Hadir

0
7

Bogor, Kabar Negeri

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koprasi Angkutan Kota KAUBER tahun ini bertemakan ‘Kita Tingkatkan Silaturohmi & Kesejahtraan Anggota’ yang diselenggarakan di Hotel Puri Mirah Jl. Raya Tajur, Rabu (20/02/2019). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koprasi dan UKM Kota Bogor Drs. Anas. S. Rasmana. MM, Dinas Perhubungan Kota yang diwakili, Kepala Seksi Angkutan, Ari Priyono, Ketua DPC Organda Kota Moch. Ischak AR dan Badan Pengawas serta para anggota Koprasi KAUBER.

Dalam kegitan tersebut Ketua Koprasi KAUBER, Parid Wahdi. SH menyampaikan bahwa dalam Rapat RAT ke III ini penghasilannya menurun, karena disebabkan usaha Angkutan kota akhir-akhir ini sedang tidak Baik, “dikarnakan banyak Faktor salah satu diantaranya pergantian SK Walikota 2012 ke SK Walikota tahun 2018 yaitu terkait Rerouting yang mandek, sehingga berdampak luas,” katanya.

Didalam kesempatan yang sama, Ketua DPC Organda Kota Moch. Ischak AR disela sambutannya, menyayangkan tidak hadiranya Walikota juga Kepala Dinas Perhubungan Kota, “dalam kesempatan ini saya mewakili semua Anggota Organda akan menyampaikan dengan tegas terkait kepastian program Rerouting hingga kini tidak ada kejelasan, mati segan, Hidup tak Mau,” ujarnya.

Ischak juga menambakan, dengan program Rerouting ini besar harapan dapat memberikan efek positif bagi para pengusaha Angkutan Kota Bogar, yang tergabung dalam naungan Organda. Juga dirinya memberikan Apresiasi terhadap KAUBER sudah dapat lakukan RAT ke III, yang mana Koperasi Angkutan lain belum melakukannya dan dirinya berharap agar Dinas Koperasi selalu memberikan bimbingan dan pembinaan agar perkoprasian di Kota Bogor, khususnya koperasi dibidang angkutan dapat lebih maju.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek Dinas Perhubungan Kota, Ari Priyono di sela sambutanya menyampaikan, terkait kenapa program Reruoting dianggap terkesan mandek, menurutnya Dinas Perhubungan sudah melakukan berbagai upaya dan akar permasalahannya tak lepas dari tidak terjalinnya komunikasi antara pemilik, pengurus dan sopir angkot itu sendiri, “sehingga dengan tidak adanya keseragaman dan kesepahaman ini tentunya sangat berdampak sekali terhadap kesuksesn program tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepal Dinas Koperasi, Drs. Anas. S. Rasmana. MM, disela sambutanya selain memberikan dorongan dan masukan agar Koperasi Angkutan Kota KAUBER agar dapat mengembangkan usaha, menuturnya di era milenial ini sudah suatu keniscayaan Koprasi KAUBER pun dapat melirik ataupun mengambil peranan dengan ikut terjun ke bisnis berbasis online, “sehingga kedepanya tidak lagi di pusingkan dengan menurunya pendapatan yang menurut aduan tidak sedikit pangkalan dijadikan ajang mangkalnya Ojek Online (OJOL),” katanya.

Drs. Anas juga memberikan Apresiasi terhadap Koprasi Angkutan KUBER yang diketuai Bapak Parid dapat exsis walau di tengah-tengah kesulitan pola bersikap program dengan pemerintahan Kota, dengan Dinas Perhubungan dan juga disituasi bisnis transportasi kota yang offline, akan tetapi Koprasinya cukup unggul.(Heri)

Tinggalkan Balasan