Perdana, Polsek Ciomas Gelar Sosialisasi Satgas Pam & Gakkum Distribusi Bansos

0
0

Bogor, Kabar Negeri

Pada Jumat (11/01/2019) lalu, Kementerian Sosial dan Kepolisian Republik Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman No. 1/Tahun 2019 dan No. B/6/I/2019 terkait Bantuan Sosial (Bansos) yang digelontorkan oleh Pusat, berdasarkan hal tersebut terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan dan Penegakan Hukum (Pam & Gakkum) Distribusi Bansos Tahun 2019 Tingkat Mabes Polri dan Kewilayahan.

Berdasarkan hal tersebut Polsek Ciomas, Polres Bogor, Polda Jabar menggelar Sosialisasi Satgas Pam & Gakkum Distribusi Bansos secara perdana di Aula Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas yang dihadiri Anggota Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Staf BNI dan Sekretaris Desa mewakili Kepala Desa serta Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Aiptu Heri Widiashari, Babinkantibmas Desa Pagelaran yang hadir mewakili Kapolsek Ciomas menyampaikan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Nota Kesepahaman antara Kementerian Sosial dan Polri yang diterbitkan 11 Januari dan surat perintah Kapolri tanggal 18 Januari, dilanjutkan surat perintah Kapolda 23 Januari. “Jadi keterlibatan Polri itu dalam pendampingan, pencegahan dan penegakan hukum terkait Pendistribusian Bantuan Sosial,” tuturnya, Kamis (14/02/2019) seusai kegiatan Sosialisasi Satgas Pam & Gakkum Distribusi Bansos.

Disamping itu Aiptu Heri juga menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini pihaknya akan melakukan survei langsung ke KPM, untuk memastikan program Bansos berjalan dengan baik. “Setelah ini kami selaku Babinmas pastinya akan melakukan kunjungan dor to dor ke rumah-rumah KPM, nanti kita data per RT/RW sesuai data yang ada, yang telah diberikan dari BNI dan dari Desa, berdasarkan data itulah kita akan cek ke lapangan,” katanya.

Aiptu Heri juga melanjutkan bahwa nanti pihaknya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada penyimpangan dalam program Bansos, “dari kesadaran masyarakat juga, untuk yang sudah meninggal atau yang sudah tidak layak, ya punya kesadaran sendiri untuk dialihkan ke yang lain, disamping itu tadi juga ada ya, yang punya kesadaran dioverkan kepada yang lain, karena mereka katakan lah sudah mampu begitu,” pungkasnya. (Heri/Randi)

Tinggalkan Balasan