Gaji Aparatur Desa Setara PNS, Ujang Atmaja : Memperhatikan Atau Hanya Angin Surga

0
1

Bogor, Kabar Negeri

Presiden Joko Widodo sebagai Calon Presiden berjanji menyetarakan gaji perangkat desa dengan pegawai negeri sipil (PNS) golongan IIA 2019, hal ini mendapatkan banyak tanggapan dari sejumlah Kepala Desa, diantarnya Ujang Atmaja, Kepala Desa Laladon yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Ujang menyampaikan bahwa dirinya sangat setuju dengan adanya penyetaraan Gaji Aparatur desa dengan PNS Golongan IIA, namun dirinya menilai hal tersebut juga harus mengacu pada mekanisme rekrutmen perangkat desa, sehingga para aparatur desa dapat lebih maksimal dalam fungsinya.

“Wacana kesetaraan gaji perangkat Desa yang akan di sesuai dengan PNS Golongan IIA, sangat setuju namun dalam hal ini harus mengacu kepada mekanisme pengangkatan perangkat Desa harus melalui tes yang benar-benar teruji, untuk membantu kepala Desa dalam segi administrasi maupun tata kelola keuangan yang baik, sehingga akan menghasilkan desa-desa yang maju dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/01/2019)

Ujang juga menyampaikan bahwa rekrutmen perangkat desa yang teruji dinilai penting, karena majunya suatu wilayah atau daerah termasuk Desa dinilai dari tata kelola semua aspek dan management yang baik, “saya rasa tidak akan ada lagi yang namanya Desa tertinggal,” katanya.

Dirinya juga mempertanyakan, apakah pemerintah pusat mau menanggung semua gaji staf desa yang jumlahnya di Indonesia kurang lebih 740.000 orang, “dari mana anggarannya apakah di limpahkan ke otonomi daerah apakah bagai mana,” katanya.

Dirinya juga menilai jika memang penganggaran tersebut dilimpahkan ke daerah, apakah pemerintah daerah sanggup untuk menyediakan anggaranya, “kalau, memang dilimpahkan ke daerah saya rasa kasihan, juga pemerintah daerah harus cari anggaran untuk gaji pegawai yang baru gitu,” tuturnya.

Ujang juga menilai bahwa wacana ini masih belum jelas arahnya, bahkan dirinya beropini wacana tersebut hanyalah panggung politik untuk menggiring Aparatur desa, dirinya juga menyarankan kepada para Aparatur desa untuk lebih cerdik melihat hal ini.

“Ini yang belum jelasa, apakah ini memang panggung politik agar semeua Aparatur Desa ikut digiring ke sana, saya gak bisa koment lah kalau ke sana, tinggal kecerdikan dari para Aparatur Desa aja, apakah mereka benar-benar memperhatikan atau memang hanya angin surga aja,” pungkasnya. (Bogor)

Tinggalkan Balasan