PDAM Tirta Kahuripan Terkesan Tidak Transparan, Pelaksana Diduga Kangkangi Aturan

1
1

Bogor, Kabar Negeri

Dengan Tidak Adanya Palang Proyek Juga minimnya rambu-rambu pengama, ditambah dugaan tidak Bersosialisasi dengan warga terlintas, sebelum lakukan Pekerjaan Galian Peningkatan Jaringan Air dengan pipa 300 di Jl. Nasional 11, di Wilayah Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan (TK) Kabupaten Bogor Dinilai Tidak Mengkedepankan Transparansi Publik.

Hal itu terbukti dengan keterangan janggal dari Humas PDAM Tirta Kahuripan saat ditemui awak media newskabarnegeri.com dikantornya, dirinya menyatakan tidak mengetahui nama PT pemenang tender hingga nominal Anggaran pengerjaan tersebut.

“Terkait penujukan langsung atau lelang pastinya ada aturan-aturanya, kalo yang lelang berapa rupiah ?, jadi seperti itu, saya terkait dengan jumlahnya ininya, saya belum tahu, besaranya seperti itu, tapi kita disini pastinya melakukan mekanisme yang sesuai dengan aturan,” kata, Agus Riyanto, selaku Humas Protokol PDAM-TK Kabupaten Bogor, Kamis (20/12/2018).

Selain itu anehnya saat newskabarnegeri.com mengkroscek ke lokasi proyek, tidak didapati adanya plang proyek maupun direksi kit, hal ini menguatkan dugaan tidak transparanya proyek tersebut. Disamping itu juga banyak didapati dugaan diabaikannya aturan yang dilakukan oleh pihak pelaksana, diantaranya tidak adanya garis pengaman atau safety line dan papan rambu-rambu di setiap titik hole borisasi serta banyak didapati tanah berserakan, juga para pekerja yang tidak dilengkapi safety saat lakukan tugasnya.

Selain itu tidak sedikit masyarakat yang juga mengeluhkan kinerja pihak pelaksana, lantaran disaat akan membuka kios terhalangi oleh tumpukan galian dan karung yang berserakan menghalangi kiosnya, hal ini disampaikan narasumber yang namanya enggan di publikasikan.

“Saya sangat menyayangkan dengan pekerjaan yang sedang di lakukan ini, kenapa gak ada yang memberitaukan ke kami, pas mau buka kios kok sudah banyak tumpukan tanah dan karung mengalagi kios,” pungkasnya kepada newskabarnegeri.com.

Hal itu diperkuat pengurus wilayah baik itu Rukun Tetangga (RT), yang saat menyampaikan diwakili Rukun Warga (RW), Kamil ketua RW. 01 Kelurahan Margajaya, yang wilayahnya terlintasi Pengerjaan tersebut, menurutnya sedari awal hingga kini tidak ada imformasi dalam bentuk apapun terkait aktifitas ini.

“Samapai saat ini belum ada koordinasi apapun ke saya gak tau kalau ke lurah,” terangnya.

Hal serupa disampaikan Lurah Margajaya, dirinya merasa hingga kini pihak pelaksaana tidak berkoordinasi terlebih dahulu sebelum dimulainya pekerjaan tersebut.

“Kami mengharapkan kalau ada kegiatan itu ya koordinasi lah dengan wilayah, tidak hanya berupa surat saja, kontak langsung sehingga kami juga bisa mengantisipasi atau menangani kalo ada keluhan dari masyarakat, seperti itu,” kata Agus Sapsilo sebagai Lurah Margajaya pada Jumat (21/12/2018)

Disamping itu Agus Sapsilo sebagai Lurah Margajaya menanggapi positif adanya proyek tersebut dan sangat berterimakasih dengan ada pembangunan-pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun yang lain-lain.

“Toh manfaatnya juga untuk masyarakat sekitar, seperti yang dikerjakan PDAM ini, yang semula kita ini ada pelanggan yang airnya kecil-kecil sekarang diganti, nantinya kan toh akan dinikmati kita juga,” katanya.

Hal ini membuat newskabarnegeri.com terus menghimpun informasi yang semula menui kebuntuan, pasalnya semua pekerja dilapangan tidak mengetahui nama perusahaan tempat mereka bernaung, terbukti disampaikan Dadang yang mengaku sebagai mandor pekerja.

“Kita baru semua, melanjutkan pekerjaan sebelumnya, jadi gak hapal nama PT nya, kita proyek emergency,” pungkasnya.

Pada akhirnya awak media newskabarnegeri.com berhasil menemui pelaksana Jefri, Jefri selaku pelaksana juga mengaku dirinya merangkap mandor serta menyangkal adanya pekerjaan yang tidak sesuai teknis maupum aturan, dengan alasan semua itu sudah ditempuh sesaui prosedur juga dirinya sudah perintahkan ke para pekerja agar lakukan sesuai aturan.

“Untuk ijin jauh jauh hari sudah kita urus, kaitanya dengan masyarakat bohong banget kalau belum pada tau, saya sudah menghadap Kapolsek, untuk ke kelurahan saya rasa itu bagian PUPR, masa PUPR gak lakukan sosialisasi,” sanggahnya, Senin (24/12/2018).

Namun setelah awak media newskabarnegeri.com memperlihatkan data akhirnya, untuk meyakinkan, Jefri berkomunikasi mengunakan telepon genggam, kepada pihak pekerja yang disebut dalam percakapan itu bernama Roy, akhirnya Jefri mengetahui dan mengakui adanya pelaksanaan yang salah dalam proyek tersebut, serta berjanjia akan memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

1 KOMENTAR

  1. Hi, it’s Hosea!

    Almost everyone is using voice search with their Siri/Google/Alexa to ask for services and products now, and in 2019, it’ll be EVERYONE of your potential customers. What you are missing out on.

    Right now, I can only find newskabarnegeri.com on text search after going through a few pages (that’s hurting your business), competitors above are earning all the traffic and business!

    Answer all your visitors’ questions on your site and earn their trust! Find out how easy it is : https://goo.gl/6h8hfW

    Get your voice search optimized content: http://bit.ly/2U158Vp
    Starts at $20, regular SEO content starts at $10

    Best,
    Hosea

Tinggalkan Balasan