Kades Petir Kecewa Pada DPRD, Ini Pandangan Fraksi Golkar

0
5

Bogor, Kabar Negeri

Dalam Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Rabu (19/12/2018), di Kecamatan Dramaga, Kepala Desa Petir, Engkos Kosasih, memberikan keritik keras dan kekecewaanya kepada DPRD, terkait Dana Bantuan Infrastruktur Kabupaten yang tak tercairkan, padahal pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Bahkan pihak Dinas Pembinaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sudah memerintahkan untuk membuat Pengajuan pencairan anggaran tersebut kepada para Kepala Desa, karena anggaranya sudah terparkir di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD).

Erwin Najmudin, Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Bogor, memberi tanggapanya terkait hal tersebut melalui tanya jawab dengan newskabarnegeri.com seusai acara Reses, berikut ulasanya.

Yang Terjadi tadi, terkait pandangan dan komplai Kepala Desa Petir, Kecamatan Dramaga, bagai mana pandangan anda ?

“Yang jelas bahwa kedepan supaya tidak terjadi lagi, tapi yang jelas dari DPRD tidak ada itikad untuk mecoret apalagi menjadikan tidak proritas progres pembangunan di pedesaan, kalo secara teknis nanti baiknya kalo yang bersangkutan sumbernya dari DPMD atau DPKBD coba saja dikonfirmasi kepada mereka,”

Sebenarnya bagai mana mekanisme pengajuan bantuan dari Anggota Dewan ?

“DPRD itu tidak punya alokasi anggaran, hanya usulan lah gitu, katakan lah di Forum Reses ini kita diusulkan proses jalan ini harus dibangun, TPT ini harus dibangun, kita hanya mengusulkan, cuman persepsi dibawah bahwa seakan-akan kita punya dana Aspirasi, gak ada itu,”

Ditahun lalu dana Bantuan Keuangan untuk Desa berjalan lancar, tapi ditahun ini ada 24 Desa, salah satunya Desa Petir itu tidak tercairkan, apakah anggaran tersebut belum disertai regulasi yang jelas ?

“Saya Fikir pertama mungkin kajian regulasi, kedua kadang kadang keterbatasan anggaran lah gitu, jadi sudah hal yang normatif lah ketika ada proses perencanaan kemudian dalam tataran pelaksanaannya ini, karena tergeser-geser oleh anggaran yang lain gitu, tapi yang jelas tidak seekstrim bahwa DPRD mencoret anggaran, kemudian dan lain-lain. Proses anggaran itukan ada metode aturanya lah, semua sudah ada aturan-aturan mainnya, jadi tidak, tidak ada, gak mungkin lah kita bisa main-main di anggaran ini,”

Dengan adanya kejadian ini, berdampak munculnya mosi tidak percaya kepada dewan, bagai pandangan anda ?

“Gak apa lah kalo saya pribadi, saya sadari lah kelemahan selama saya jadi anggota DPRD, toh banyak kelemahannya juga, saya terima dengan ikhlas lah,”

Jadi intinya anggaran tersebut belum disertai oleh Regulasi saat pengajuan ?

“Saya belum bisa memastikan, tapi saya lebih cenderung mungkin karena defisit anggaran atau efisensi lah, bisa juga karena mepetnya waktu, yang jelas bahwa kami dari DPRD dan pemerintah Kabupaten Bogor mungkin tidak se-ekstrim yang dibayangkan bahwa coret mencoret anggaran kemudian ada hal-hal yang diluar prosedural, tapi yang jelas ini mungkin karena, yang satu, kalo saya lebih mengilustrasikan ini mungkin saja karena defisitnya anggaran,”

Terkait munculnya statement salah satu Kepala Desa di newskabarnegeri.com, sebagai wujud kekecewaan tidak cairnya anggaran tersebut, bagai mana pandanga anda ?

“Kalo saya pribadi kita komisi, terutama saya di komisi satu ya, lebih cendrung pada pembinaan ya, kalo saya pribadi, saya tidak mengatas namakan lembaga lah, kami maklumi lah situasi kebatinan Kepala Desa, kalo Kepala Desa mengkoreksi kami, kalo saya pribadi saya terima dengan ikhlas hati lah,”

(Randi/Heri)



Tinggalkan Balasan