Sosialisasi & Pembentukan Koperasi Desa Gunungmulya

0
2

Bogor, Kabar Negeri

Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Bogor, menggelar sosialisai dan Pembentukan Koprasi di Desa Gunungmulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, dihadiri Tokoh masyarakat dan pemuda serta para aparatur Desa Gunungmulya, Kamis (13/12/2018)

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir perwakilan DKUKM Kabupaten Bogor, perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (DKUK) Provinsi Jawa Barat, Mulyasaroh, SE, yang juga sebagai narasumber, Wakil Ketua II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, M. Rizky, dan Plt. Kepala Desa Atep Soleh Sumaryo SH.MM.

Dalam sambutanya Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor, M. Rizky mengajak masyarakat petani Desa Gunungmulya membentuk wadah atau badan hukum Koprasi, menurutnya dengan badan hukum ini ketika membutuhkan dan meminta bantuan atau melakukan penetrasi ke luar akan lebih mudah dibandingkan perorangan.

“Yuk kita sama-sama menfaatkan program pemerintah ini, yang dimana setiap Desa sesungguhnya sudah diarahkan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dimana natinya potensi-potensi yang ada di Desa khususnya di Gunungulya ini bisa dioptimalkan melalui wadah Koprasi, wadah ini legal dan ketika meminta bantuan ketika kita juga melakukan penetrasi keluar itu akan lebih mudah dibandingkan perorangan,” tuturnya.

Rizky juga menilai untuk Kecamatan Tenjolaya, Desa Tapos I lah yang Koprasinya sudah berjalan, salah satunya Koprasi Rizki Bersama yang mengkelola objek wisata. Rizky juga berharap dengan adanya Koprasi dapat meningkatkan Sumberdaya yang ada di Desa, Rizky juga berpesan setelah terbentuknya Koprasi harus ada pergerakan jangan sampai stagnan. “Setelah dibentuk harus ada tindak lanjut jangan stagnan atau setelah dibentuk cicing (TukCing),” harap Rizky.

Didalam kegiatan tersebut Perwakilan DKUK Provinsi Jawa Barat, Mulyasaroh.SE menyampaikan bahwa Definisi Koprasi adalah badan usaha yang bukan tempat Minta bantuan, namun memang dengan banyak potensi di Gunungmulya ini ada beberapa hukum Koprasi yang cocok untuk dipilih, potensi yang bisa dikembangkan, seperti contoh Jambu Merah. “Jambu merah ini selain bisa dijual bahan baku jambunya, juga dikembangkan ke olahan manisan, Dodol dan lainya. Untuk dapat menunjang kegiatan usaha tentunya harus memiliki legalitas/ Badan usaha,” tuturnya.

Mulyasaroh juga menjelaskan bahwa ada beberapa jenis Koprasi, diantaranya, Koprasi Simpan Pinjam yang bergerak di bidang simpan pinjam, Koprasi Konsumen yang mengakomodir kebutuhan sehari – sehari para anggota, Koprasi Produsen kegiatan usaha yang mengakomidir kebutuhan yang anggotanya para petani, nelayan dan lainnya, Koprasi Pemasaran yang memasarkan prodak hasil anggota dan Koprasi Jasa seperti jasa sewa mobil, pengurusan perpanjang STNK, SIM dan lainya.

“Dari 5 jenis Koprasi tersebut 4 jenis selain Koprasi Simpan Pinjam, itu didalamnya boleh melakukan kegiatan usaha apa saja termasuk didalamnya Simpan Pinjam, tapi kalau Koprasi simpan pinjam hanya melakukan usaha simpan pinjam saja,” jelasnya.

Mulyasaroh juga menerangkan bahwa didalam Koprasi pengelolaanya paling Demokratis semua diputuskan melalui rapat Anggota, Pengurus dan pengawas diangkat dari anggota, dasarnya dari keputusan bersama/rapat Anggota.

Plt. Kepala Desa Gunungmulya, Atep Soleh Sumaryo SH.MM, berharap setelah dirinya selesai bertugas di Desa Gunungmulya, Kades terpilih dapat melanjutkan dan mengembangkan wadah hukum koprasi di Desa Gunungmulya ini, “sehingga masyarakat di sini yang kebanyakan petani Jambu dan Udang Hias juga Pancuran 7 dapat merasakan efek positifnya,” pungkasnya.(Randi/Hery)



Tinggalkan Balasan