Keterlambatan Penyaluran PKH, Pendamping Sampaikan Permintaan Maaf

2
4

Bogor, Kabar Negeri
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menyampaikan permohonan maaf kepada 1009 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), atas tertundanya pencairan Bantuan tahap ke 2 tahun 2018, Sabtu (20/10/2018)

Dalam kesempatan tersebut, Roni selaku koordinator Pendamping Kecamatan Leuwilang menyampaikan langsung permohonan maaf dihadapan para KPM, atas terlambatnya pendistribusian dana PKH tahap ke 2, serta berterima kasih atas pengertian dengan memberikan waktunya, dalam proses pengembalian yang diberikan oleh KPM ke pada para pendamping.

“Kami mengucapkan beribu-ribu terimakasih atas kemurahan hati ibu-ibu atas pengertiannya, dalam memberikan waktu kepada kami, segingga kami masih berkesempatan untuk membuktikan bahwa kami tetap bertanggungjawab, walaupun kejadian ini tidak terduga dan tidak diharapkan oleh semua pihak, sebagai betuk tanggungjawab kami akan berupaya walaupun dalam kemapuan kami bertahap,” katanya.

Tertundanya pendistribusian Bantuan PKH terjadi lantaran adanya peristiwa pencurian, dengan modus penggembosan Ban yang menimpa tiga anggota Pendamping kecamatan Suryadi, Akhirudin dan Dedy Hudaya, sepulangnya dari bank tepatnya Jalan Gunung batu, persis di depan Astrama Yonif 315 Senin, (11/06/2018) Pukul 13.00WIB.

Saat itu tepat depan gerban Asrama TNI yonif 315 Kota Bogor diduga komplotan meberikan peringatan, bahwa mobil yang dikendarai 3 pendamping bannya kempes, saat di periksa benar saja kondisi Ban yang dikendarai sudah dalam keadaan kempes, ditengah kesibukan menggantikan Ban, para pencurian beraksi, hingga tas yang disimpan di Jok kedua belakang supir berisikan uang Rp. 500 Juta raib, kuat dugaan dilakukan oleh pengendara sepedah motor.

Niatan itu disambut baik oleh 1009 anggota KPM, yang tersebar di 10 Desa di wilayah Kecamatan Leuwiliang Kab. Bogor, yang mereka anggap kejadian itu musibah dan bisa menimpa siapa saja dan kapan saja, hal ini di ucapkan angggota KPM warga Desa Cibeber Rt 5 Rw 2, Astuti (36) ibu dari 2 anak.

“Kami semua mengangap kejadian itu musibah, musibah itu bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, dengan niat mengembalikan saja walau dengan cara di angsur, mereka itu sudah menunjukan tanggungjawabnya sebagai pendamping, kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.(Hs)

2 KOMENTAR

  1. Greate article. Keep posting such kind of
    info on your site. Im really impressed by it.
    Hello there, You have performed an incredible job.
    I’ll definitely digg it and in my view suggest to my friends.
    I am confident they will be benefited from this site.

Tinggalkan Balasan