Seminggu Berjalan, Rehab SDN Pasireurih 03 Tanpa Plang Proyek

1
19

Kab. Bogor, Kabar Negeri
Rehabilitasi SDN Pasireurih 03, Kec. Tamansari dengan pagu Rp 635.910.000 yang dikelola oleh CV. Fath Risky diduga bahan bangunannya, tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan Kementeria PU sesuai Standar Nasional Indonesia.

Namun pihak Pelaksana, Efendi menyangkal hal tersebut karena menurutnya, bahan bangunan sudah sesuai dengan standar, selain itu yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Biaya tidak disebutkan secara spesifik. “Itu sudah sesuai aturan standar konstruksi, dan di Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak dijabarkan lebih spesifikasinya,” katanya, Jumat (21/09/2018).

Efendi juga menerangkan bahwa bata merah yang digunakan berukuran panjang 20 cm, lebar 18 cm dan ketebalan 4 cm. Sementara yang sesuai dengan SNI, yang keluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) adalah bata merah berukuran panjang 22 cm lebar 11 cm dan tebal 5 cm, Disamping itu besi yang akan digunakan untuk bangunan tersebut adalah besi 16 mm SNI 13 mm polos.

Efendi sebut bahwa perwakilan dari dinas melalaui konsultan tidak mempersoalkan bahan bangunan tersebut, saat survey langsung ke lapangan, “Itu juga ada dari Dinas dan konsultan pengawas, sudah cek langsung, untuk besi juga sudah diukur pake Sigmat dan tidak jadi persoalan,” katanya.

Efendi juga menerangkan bahwa ketua PPK yang dalam kegiatan tersebut adalah Kabid Sekolah Dasar, Hendarsyah, “cuman yang kemarin kesini itu dari konsultan, mewakili dinas lah, pengawas, cuman untuk pak Hendarsyah belum turun, dia hanya mantau saja, cuman yang kemarin kesini itu konsultan pak Adi,” katanya.

Lanjutnya Efendi mengungkapkan bahwa Direksi Keet juga tidak tertuang dalam RAB, sehingga dirinya berinisiatif membuat Direksi Keet. “Direksi Keet ini saya buat atas kesadaran saya, untuk menyimpan barang yang gak tahan air seperti Semen dan lainya, karena di RAB tidak ada,” katanya.

Disamping itu pihak pelaksana juga membenarkan adanya ketelatan pemasangan, plang informasi proyek yang baru dipasang hari Minggu lalu, “plang sebetulnya sudah ada bahkan saya sudah perintahkan ke mandor agar dipasang, alasan mandor lupa akhirnya baru terpasang hari Minggu (16/9/18) yang lalu,” katanya.

Namun saat ditanya terkait RAB pembangunan 3 kelas dengan luas 29×9 meter tersebut, pihak pelaksana Efendi mengakui belum mendapatkan RAB koreksi dari Unit Layanan Pengadaan (ULP), “kita waktu penawaran ini ada harga koreksi, dari ULP itu, makanya saya belum dapet itu untuk harga koreksi itu, kemarin juga pak Kepsek sms, saya bilang ‘kalo RAB dari saya ada pak cuman yang di folow up bukan RAB saya pak, karena kita ada harga koreksi, saya kejar ke panitia minta harga koreksi itu ke ULP,” katanya.

Efendi juga melanjutkan, “udah gitu gak tahunya dari ULP katanya nanti ngambilnya di dinas aja. Sekarang dah jadi kan saya telepon temen saya tuh, karenakan kita juga konsultan minta juga kan buat progres, makanya saya kemarin kejar ke dinas kebetulan alhamdulilah udah dapet, tapi saya belum sempet menyerahkan ke pak Kepsek,” tendasnya.(Rn/Hs)

1 KOMENTAR

  1. With havin so much content do you ever run into any issues of plagorism or copyright violation? My site has a lot of unique content I’ve either authored
    myself or outsourced but it seems a lot of
    it is popping it up all over the web without my agreement.

    Do you know any techniques to help prevent content from being stolen? I’d really appreciate it.

Tinggalkan Balasan