Ini Kata Camat Soal Program ESDM di Desa Sinarsari

0
6

Kab. Bogor, Kabar Negeri
Program Pengeboran Air Tanah Dalam – Paket SB.7, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) sedalam 125 meter yang dilaksanakan di halaman kantor Desa Sinarsari, Kec. Dramaga dengan anggaran Rp. 385.534.666 mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, diantaranya Camat Dramaga, Adi Hendraya.

Menurutnya dalam setiap kegiatan yang dilakukan disetiap Desa, pemerintahan ditingkat kecamatan hanya memiliki kewenagan monitoring. “Untuk kecamatan tidak memiliki kewenangan secara mutlak melakukan pengawasan, kami sifatnya hanya monitoring saja, karena sudah ada konsultan pengawas dan lain sebagainya,” katanya.

Camat juga menyampaikan bahwa meski dirinnya belum mengetahui pasti, kapan Desa Sinarsari melakukan proses pengajuan Program Pengeboran Air Tanah Dalam – Paket SB.7 Kementrian ESDM, dirinnya meyakini bahwa tanah yang sedang dibor tersebut merupakan tanah milik desa.

“Kepala Desa juga, walaupun saya belum tahu kapan usulanya, paling tidak ketika dilakukan di kantor Desa, Kepala Desa sudah bisa memastikan bahwa itu milik atau aset Desa, iya kan, gak mungkin milik masyarakat diusulkan terkeculai mungkin ada perjanjian dan sebagainya, karena SAB ini kan kepentingan masyarakat dan warga sekitar,” katanya.

Disamping itu Program Pengeboran Air Tanah Dalam – Paket SB.7 yang dilaksanakan di Desa Sinarsari tersebut dinilai lokasinya kurang strategis, karena jauh dari pemukiman masyarakat, namun menurut Camat banyak aspek yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi tersebut.

“Kalau dari segi lokasi anggaplah disitu kurang strategis, tetapi kan kita perlu waktu, sementara kan kita berlomba degan waktu karena program itu harus segera dilaksanakan, ketika harus dilakukan di tempat strategis (Red:dekat dengan warga) tapi kan terkendala dengan lahannya, ada juga lahan milik masyarakat yang harus dibeli, akhirnnya kepala desa mengambil alih di tengah tengah (Red:di depan kantor Desa),” katanya.

Selain itu Camat juga menyikapi pemberitaan bahwa program tersebut sebenarnya program Kementrian ESDM namun kepala desa sebut itu bersumber dari aspirasi, “boleh saja itu program pusat punya berapa titik, tapi kan harus ada yang medorong supaya nyampai ke tingkat desa Sinarsari, siapa yang mendorongnya?, mungkin itu sesuai yang dinformasikan ketidak tahuan kepala desa, bahwa itu Aspirasi dari salah satu pihak anggota Dewan, sehingga muncul lah ke Sinarsari Bogor,” katanya.

Camat juga menyampaikan bahwa pihak Pemerintaha Desa telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, terkait program tersebut, “Kepala Desa berkoordinasi dengan saya, bahwa akan dilakukan kegiatan itu, saya dukung silahkan itukan sesuai perencanaan sebelumnya dan sebaginya,” katanya.

Camat juga menambahakan bahwa kepala desa juga menyebutkan program tersebut adalah Aspirasi Dewan, “malah pak lurah sebut juga Aspirasi ke saya, saya tanyakan juga, ‘Aspirasi dari siapa Rah ?’, ‘dari anu, dewan Anu’ katanya,” ujar Camat.

Camat juga menilai bisa saja itu terjadi karenaka semuanya punya kepentingan, “dewan itu apalagi mendekati Pileg ya kan, padahal mah murni programnnya program pemerintah, ‘ngan di pang noelkeun hungkul meureun (cuman dibantu disentuh aja barangkali ),” katanya.

Disamping itu Camat juga tidak bisa memastikan keabsahan status tanah, yang ditentukan sebagai titik pengeboran. “Kalau saya tidak bisa menerka-nerka harus nanti bicara langsung dengan kepala Desa, sambil dengan dibuktikan kepemilikanya, tapi keyakinan saya sih itu milik Desa, karena untuk mengusulkan masa tanah orang diusulkan,” katanya.(Hs)

Tinggalkan Balasan