Ini 6 Manfaat Biodiesel B20

0
10

Tangerang, Kabar Negeri

Mulai Sabtu (01/09/2018), kebijakan pencampuran Biodiesel (B20) mulai berlaku tak hanya jenis solar subsidi, tetapi juga nonsubsidi di seluruh Indonesia. B20 adalah campuran minyak nabati jenis Biodiesel ke dalam minyak Solar sebesar 20%.

D.r. Ir. Darnoko, M.Sc, Mantan Kepala Bidang Penelitian Pusat Penelitian Kelapa Sawit menilai bahwa ada 6 keuntungan yang akan dirasakan, dengan adanya kebijakan pencampuran B20.

Pertama, adalah memaksimalkan konsumsi sawit dalam negeri, sehingga stok sawit dalam negeri dapat terserap, terlebih Indonesia adalah salah satu produsen sawit terbesar di Dunia.

“Menyerap produksi sawit dalam negeri, karena produksi kita paling tinggi, produksi kita tahun kemarin saja sampai 38 Juta Ton,” katanya, Senin (03/09/2018) dikediamanya.

Kedua menurutnya kebijakan tersebut dapat mengurangi, Impor bahan bakar minyak khususnya solar kedalam negeri, karena kebutuhan Indonesia terhadap solar dapat ditopang dengan Biodiesel dari kelapa sawit.

“Mengurangi impor solar, itu bisa menghemat 300 miliar sehari, karena kita tidak mengimpor solar dari luar, karena sudah menggunakan B20,” katanya.

Ketiga, adalah mengurangi dampak emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lingkungan, karena emisi B20 ini dinilai cukup rendah.

“Mengurangi dampak lingkungan, dengan biodisel ini kan emisinya lebih rendah, sehingga sangat baik untuk lingkungan,” ucapnya.

Keempat adalah mendorong Expor sawit dengan harga yang relatif lebih murah, sehingga bisa lebih kuat bersaing di target pasar Eropa.

“Sawit kita itu kan produksinya besar dan harganya relatif lebih murah dibandingkan minyak yang lain, saat ini kan kita juga bersaing dengan pasar Eropa yang relatif lebih mahal,” katanya.

Kelima, kebijakan B20 ini dapat lebih mensejahtrakan petani sawit, karena selain harga sawit yang saat ini cukup tinggi, dengan kebijakan ini akan menambah kebutuhan sawit yang diperoleh dari petani.

“Sebetulnya kita konsen bukan hanya ke Biodiselnya saja, tapi kepetani sawit juga, sekarang kita punya sawit itu sekitar 11 juta hektar, 42% itu milik rakyat sisanya milik perusahaan pengolah sawit di Indonesia, 42% itu cukup besar, terlebih harga sawit saat ini tinggi,” katanya.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah dengan menggunakan B20, mesin kendaraan akan lebih bersih karena pembakaran yang lebih maksimal, sehingga mesin dapat lebih terawat.

“Mesin kendaraan semakin bersih, karena B20 ini mengandung oksigen sehingga pembakarannya sendiri lebih sempurna,” katanya.

Disamping itu pria yang pernah menempuh pendidikan Doktoral (Ph.D) jurusan food science di University of Illinois, Urbana-Champaign ini juga menerangkan bahwa harga sawit akan lebih stabil dengan adanya kebijakan B20.

“Artinnya harga itu kan tergantung stok kalo stoknya tinggi harga turun, begitu pun sebaliknya, untuk sawit pun serupa. Jadi untuk menjaga harga ini kita mainkan stok ini dengan penyerapan biodisel, dengan adanya pemakaian dalam negeri lebih banyak itu bisa menyetabilkan harga,” katanya, yang juga ikut meneliti dan mengembangkan B20. (Hs)

Tinggalkan Balasan