Statistik Artikel Berita 233 views

BSP Desa Cijeruk Diduga Kurang Sosialisasi Hingga Komoditi Tak Sesuai Harga Pasar

Bogor | newskabarnegeri.com

Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang dikenal Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako yang disalurkan melalui Bank Mandiri melaui Kartu Kesejahtraan Sosial (KKS) dan dibelanjakan di Agen Bank Mandiri atau e-Warong, kembali disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kali ini penyaluran BSP tersebut dilaksanakan di Agen e-Warong Ahmad Lukman Nulhakim, Kp. Kawung Luwuk RT.01/RW.07 Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020).

Menurut penuturan pemilik e-Warong Ahmad Lukman Nulhakim bahwa penyaluran kali ini dilakukan secara kolektif oleh RW, dengan mekanisme KKS KPM dibawa oleh RW untuk digesek di mesin EDC lalu setelahnya barang dibawa juga secara kolektif dan dibagikan langsung ke KPM di wilayah RT/RW. Dirinya beralasan hal ini dilakukan karena adanya kebijakan dari Pemerintah Desa untuk menaati Protokal Kesehatan saat Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Berat Beras Kurang 0,5 Kg, e-Warung Kecewa Pada Pemasok Dari PT. Intiprima Karkasindo



Lukman juga menyampaikan bahwa Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) selama ini sama sekali tidak pernah turun untuk meninjau penyaluran BSP Perluasan Bank Mandiri, bahkan pihak Bank Mandiri saja hanya turun saat pengurusan agen dan mesin EDC. Lukman juga mengaku pihak Bank Mandiri tidak pernah menyampaikan aturan teknis penyaluran yang benar.

Pemilik Agen yang menyalurkan BSP kepada 308 KPM ini juga mengatakan bahwa dirinya untuk barang Komoditi Pangan melakukan pengadaan secara Mendiri, “belanja sendiri aja saya mah, karena kata Bank Mandiri lebih baik begitu dan memanfaatkan orang lokal. Saya makanya belanja sendiri maksudnya gini, beras ngepack sendiri, karung beli lagi, jadi bisa memperkerjakan yang lain lagi, jadi yang ngangur bisa kerja,” tuturnya.

Baca Juga :  Ditengah Pandemi, Banjir & Longsor Kembali Terjadi Di Kabupaten Bogor

Sementara itu Komoditi yang disalurkan kepada KPM diantaranya, Beras 10 Kg, Kentang 1 Kg, Telur 1Kg dan Mangga 1 Kg. Jika berpanduan kepada Harga Pasar dalam Aplikasi Sistem Informasi Harga Bahan Pokok (SIBAPOK) milik Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tercatat harga Beras Medium Rp. 10,527/Kg, Telur Ayam Ras Rp. 25,558/Kg dan Jika Harga Pasar Kentang Rp. 16.000/Kg serta Mangga 27.000/Kg.

Baca Juga :  Kemeriahan MTQ Tingkat Kec. Tenjo Ke XLII

Jika di Kalkulasikan total harga Komoditi yang disalurkan Agen e-Warong Ahmad Lukman Nulhakim adalah Rp. 173,828/Paket sehingga ada selisih Rp. 26,172/paket, padahal dalam Pedoman Umum Program Sembako 2020 ditegaskan bahwa Agen e-Warong harus menjual Komoditi sesuai harga pasar.

Disamping itu dari pemantauan newskabarnegeri.com saat penyaluran di Agen e-Warong Ahmad Lukman Nulhakim didapati Repacking Beras dari karung besar berlebel Tani Mukti Kerawang ke karung kemasan 10 Kg berlebel Rojo Lele. Hingga berita ini diterbitkan Pihak Pendamping BSP yaitu TKSK Kecamatan Cijeruk masih belum membalas konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/10/2020). (Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *