159 views

EDC Agen Ditarik Himbara Karena Nakal, KPM Terlambat Terima BSP

Bogor | newskabarnegeri.com

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos asal Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang Bogor terlambat menerima haknya dari Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau yang biasa disebut BPNT, Selasa (6/10/2020).

Penerima Bantuan BSP Perluasan Bank Mandiri ini terlambat menerima bantuan, dikarenakan kekosongan Agen atau E-Warong penyalur BSP Bank Mandiri diwilayah, sehingga para KPM memutuskan mencairkan bantuan di Agen Bank Mandiri Desa Leuwiliang.

Baca Juga :  Fadli Zon : Kebocoran Karena Tidak Efisensi, Korupsi & Pencurian Sumberdaya



Pemilik Agen E-warong Mandiri Raihan Fahri, Dadan ketika dimintai keterangan membenarkan hal tersebut, menurutnya tindakan ini diambil diakibatkan tidak tersedianya agen E-Warong diwilayah Desa Karehkel.

‚ÄúTadi sekitar 137 KPM pak warga Karehkel yang tadi antri untuk mengambil sembako perluasan disini senilai Rp. 200.000, harusnya mereka mencairkan bulan September lalu pak,” ujarnya.(06/10/2020).

Baca Juga :  Penyaluran BSP Desa Karehkel Dilakukan RT/RW Hingga Dugaan Pengumpulan Dana Dari KPM

Menurut informasi yang diterima newskabarnegeri.com kekosongan Agen atau E-Warong penyalur BSP ternyata bukan hanya terjadi di Desa Karehkel dan Bank Mandiri, Agen Bank BNI yang berada di Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Cibeber dan juga Karehkel juga mengalami kekosongan.

Selain itu menurut penelusuran, terjadinya kekosongan Agen atau E-Warong tersebut diduga, akibat kenakalan Agen melanggar mekanisme dan Pedoman Umum Program Sembako, sehingga mesin EDC-nya ditarik oleh pihak Bank Himbara.(Andreansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *