10 views

Diduga Beras BPNT Dicampur Biji Plastik di Cianjur Jadi Sorotan

Cianjur | newskabarnegeri.com

Warga Kp. Citapen, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur di Gegerkan dengan adanya Biji Plastik didalam Beras Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau yang sebelumnya disebut BPNT.

Kabar tersebut beredar luas di Media Sosial, sementara pihak Dinas Sosial Setempat saat ini sudah turun langsung untuk menelusuri hal tersebut, Senin (21/9/2020).




Sekertaris Kecamatan Bojongpicung Selamet Riyadi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya informasi tersebut, yang sudah menyebar luas dan viral dari Media Sosial, pihaknya pun sudah menelusuri dan cek ke lokasi.

Baca Juga :  SPAM Katulampa Siap Beroperasi

“Akan menindaklanjuti dan mengevaluasi semuanya,” katanya.Sementara, Yadi alias Kuluk (48) warga setempat membenarkan, adanya penemuan sejumlah biji plastik di beras sudah tercampur. Itu bantuan dari BPNT, sebelumnya telah dibeli di salah satu E-Warong di sini.

“Saat itu mau dicuci, akan dibersihkan. Setelah diraba pas dilihat ditemukan banyak biji plastik. Merasa khawatir dan cemas juga. Nah, bagimana kalau dikonsumsi,” bilangnya.

Baca Juga :  Ijtima Ulama 3 : Diskualifikasi Jokowi - Ma'ruf

Menurut Kuluk, apalagi beras tersebut sudah menyebar ke warga sebagai PKM. Khawatirnya, terjadi hal lain atau sakit bagaimana, dan siapa yang hendak mau bertanggung jawab. Kemudian, supaya ditindak lanjuti, kan ini mungkin ada sumbernya.

“Harus betul-betul ada pengawasan lebih ketat lagi, mengenai program BPNT. Bukan hanya beras saja,” pinta dia mewakili warga setempat, saat dihubungi langsung via WhatsApp (WA) pagi.

Terpisah, Herman Suherman (50) salah satu aktivis Cianjur mengatakan, kalau memang itu benar adanya, distributor dan E-Warong siapa? Dan, termasuk penyelenggara yaitu dinas terkait, dalam kontek pengawasan barang yang didistribusikan ke warga tidak mampu.

Baca Juga :  Korem 061/Sk Gelar Pencanangan Zona Integritas Bebas Korupsi

“Kalau kejadiannya betul begitu, bahaya juga. Jangan sampai ada korban jiwa atau kontek lain kepada keluarga penerima manfaat (KPM),” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *