891 views

Oknum RT/RW Desa Karehkel Diduga Lakukan Pengumpulan Dana Rp. 100.000 Per KPM BSP

Bogor | newskabarnegeri.com

Dugaan adanya pengumpulan dana dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau yang dulu disebut BPNT di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat oleh Oknum Ketua RT dan RW masih terjadi.

Kali ini terjadi di Kp. Pabuaran Dukuh (Pandu), Desa Karehkel, mulanya KPM dikumpulkan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) Bank Mandiri dan PIN oleh RT/RW, namun setelah pengambilan barang komoditi BSP KKS tersebut tak kunjung dikembalikan.



Selanjutnya mendekati waktu pencairan dana bantuan tambahan BSP sebesar Rp.500.000, pihak RT memberikan Formulir Permintaan/Keluhan Nasabah Bank Mandiri kepada KPM untuk di isi, namun KKS masih belum juga di kembalikan kepada KPM.

Tiba-tiba pada tanggal 3 September 2020 KKS akhirnya dikembalikan kepada KPM beserta Bantuan Tambahan BSP, namun anehnya Bantuan Tambahan yang harusnya Rp. 500.000 malah diterima hanya Rp. 400.000.

Baca Juga :  PDAM Tirta Kahuripan Milad Ke-38, Bupati Resmikan Instalasi Pengolaha Air

Saat ditanyakan kepada Entis selaku Ketua RT.01/RW.10 Kp.Pandu dirinya mengakui bahwa pengambilan Bantuan Tambahan BSP KKS Bank Mandiri dilakukan secara Kolektif oleh RT/RW, “saya ke Masyarakat mengambil Kartu dan Nomor PIN dan dibawa ke RW, nanti di RW dicairkan ke Bank Mandiri,” katanya Senin (14/09/2020).

Namun saat disinggung adanya pemotongan Rp. 100.000 Bantuan Tambahan BSP dirinya membantah, menurutnya itu adalah kebijaksanaan yang menerima bantuan untuk membeli sound system, yang dipergunakan untuk kepentingan masyarakat sendiri.

“Diambil Rp. 100.000 itu bukan perintah dari siapa-siapa, namun inisiatif RT/RW, Di RT saya dari kumpulan tersebut ada 24 orang, jadi ada Rp. 2.400.000,” katanya.

Baca Juga :  PSBB Kab. Bogor Prioritas 11 Kecamatan

Selain itu dirinya juga mengakui bahwa dilakukan pengkolektifan KKS diwilayahnya oleh dirinya, yang disimpan selama satu Minggu olehnya. Dirinya beralasan karena terkadang malas untuk keliling mengambil Kartu lagi dari KPM.

Selain itu Ketua RW. 10 Kp. Pandu Desa Karehkel Ahmad Fadil menjelaskan bahwa pada awalnya ia berniat mencairkan bantuan tersebut secara kolektif di Bank Mandiri, namun karena kendala antrian dirinya melakukan pencairan dana Bantuan Tambahan KPM BSP itu, di Agen/e-Warong Bank Mandiri di wilayah Desa Leuwimekar.

“Terkait yang Rp. 100.000 kalo disaya bukan dipotong, Agen juga minta kebijakan oleh saya semua sudah disepakati Agen minta Rp. 20.000, terus untuk di saya, kebetulan untuk acara warga itu belum memiliki sound system portable, dari 44 KPM yang dapat bantuan, cuman 32 yang bisa dikondisikan untuk menyumbang ikhlas ridhonya,” tutur RW, Senin (14/09/2020)

Baca Juga :  Slamet Ma’arif : Kita Sudah Undang Capres & Cawapres

Menurutnya sebelum dilakukan pencairan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada KPM untuk pengumpulan dana Rp. 100.000 per KPM, Sementara uang yang terkumpul di wilayahnya itu sekitar Rp. 3.200.000 dan dibelikan sound system portable untuk keperluan warga.

Miris hal ini bisa terjadi ditengah kondisi Covid-19, yang seharusnya bantuan tersebut dinikmati langsung oleh KPM tanpa harus dialokasikan ke kebutuhan lain, Karena pada preinsipnya Program Tambahan BSP ini adalah wujud kepedulian pemerintah Pusat untuk ketahanan ekonomi KPM.(Randi)

One thought on “Oknum RT/RW Desa Karehkel Diduga Lakukan Pengumpulan Dana Rp. 100.000 Per KPM BSP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *