Diduga Halangi Tugas Wartawan, Oknum Pemilik e-Warong BSP Dipolisikan

Bogor | newskabarnegeri.com

Dugaan Tindakan Pengusiran, Penghalangan dan Intimidasi Secara Fisik yang dilakukan oknum Pemilik Agen BNI 46 e-Warong penyalur Bantuan Sosial Pangan (BSP), kepada salah seorang Wartawan Media Daring Bharatanews.id bernama Nuzul Kurniayanto ternyata berbuntut panjang.

Pasalnya Pimpinan Redaksi Media Daring tersebut, Ryan Poerpratama mengambil tindakan hukum dengan membuat Laporan di Polresta Bogor Kota yang ditujukan kepada terduga berinisial ‘Ivn’ dan ‘Bbi’, Sabtu (27/06/2020).



Hal ini bermula saat Nuzul Kurniayanto mengalami tindakan pengenghalangan, pengusiran serta mengintimidasi secara fisik, oleh dua orang terduga oknum berinisial ‘Ivn’ dan ‘Bbi’ yang mengaku pemilik e-Warong, disaat melakukan kegiatan Jurnalistik untuk meliput Penyaluran BSP yang dulu disebut Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Bogor Barat, Kelurahan Menteng, Bogor Barat, Jumat (26/06/2020) Pagi.

Baca Juga :  Kesiagaan Polisi Jelang Pergantian Tahun di Rute Jl. Nasional 11

Selain itu hal yang dilakukan ‘Ivn’ dan ‘Bbi’ sangat lah tidak pantas, mengingat Wartawan tersebut sedang melakukan kegiatan jurnalistik untuk menghimpun informasi dan data, terkait dugaan adanya penyaluran BSP yang tak sesuai Pedoman Umum (Pedum) di e-Warong tersebut. Terlebih tindakan Pengusiran, Penghalangan dan Intimidasi saat bertugas sudah sangat melanggar UU Pers No.40 Tahun 1999.

Baca Juga :  Indonesia Negara Pertama Dikunjungi Scott Morrison Usai Dilantik Jadi PM Australia

“Saya akan mendampingi Jurnalist kami untuk melakukan pelaporan kepada pihak berwajib dalam hal ini Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota untuk menyingkapi hal tersebut. Karena hal ini sudah sangat merugikan baik dari sisi Profesi Jurnalist maupun Perusahaan,” tegas Ryan Poerpratama, Sabtu (27/06/2020).

Ia juga mengharap Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogot Kota agar bisa menyelesaikan sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku, ”Hukum harus ditegakkan karena Hukum adalah Panglima tertingi di Republik Indonesia ini,” lugasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga sangat menyayangkan akan perlakuan yang diterima oleh Jurnalistnya, dirinya juga meminta Institusi yang dinaungi Oknum tersebut, memberikan sanksi agar hal serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

Baca Juga :  Ini Sebabnya, PWRI Kab. Bogor Jadi Sorotan Wartawan Kota

“Sejatinya kalau kedua oknum tersebut memahami hukum maka tidak akan ada tindakan pelarangan, pengusiran kepada Jurnalist ditengah kegiatan jurnalistik. Sungguh ironis, profesi wartawan sangat mulia dan menjadi garda terdepan untuk membangun bangsa serta negara Indonesia, malah dilecehkan dengan perbuatan tercela itu, harus diberi sanksi agar tidak melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *