8 views

Ditengah Pandemi KOPITU Gelar Halal Bihalal Daring

Jakarta | newskabarnegeri.com

Ada yang berbeda dalam kegiatan Halal Bihalal Komite Pengusaha UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU) tahun ini, yang telah diselenggarakan pada tanggal 1 Juni 2020 pukul 13.00 – 17.00 WIB secara daring. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 300 anggota dari seluruh Indonesia melalu aplikasi Zoom dan juga kanal YouTube TV KOPITU ini, dikemas dalam bentuk acara diskusi online bertajuk Halal Bihalal dan Diskusi Online Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM di Era Tatanan New Normal Pandemi Covid-19.

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Drs. Teten Masduki, dan pembicara-pembicara yaitu 1) Supari, S.T.P., M.Sc. (Direktur Bisnis Mikro Bank BRI), 2) Yustinus Prastowo, S.E., M.Hum. (Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis), 3) Ir. Rs. Hanung Harimba Rachman, S.E., M.S. (Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RI), serta 4) Dr. Enny Sri Hartati (ekonom senior, direktur Institute for Development of Economic and Finance – INDEF); dengan moderator Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo, S.E; berlangsung dengan sangat menarik dan interaktif.

Baca Juga :  Ketua Presidium FPII : Jaga Kredibilitas Organisasi Secara Konsisiten



Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM RI memberikan semangat dan motivasi kepada para anggota KOPITU dan semua yang hadir dalam kegiatan tersebut, bahwa UMKM Indonesia mampu untuk bangkit dan menghadapi new normal Pandemi Covid-19 karena pemerintah memberikan dukungan penuh kepada UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM; dengan penekanan pada reaktivasi usaha, yang tentunya agar dapat berjalan dengan baik akan dilaksanakan secara sinergi dengan para stakeholder, baik dari perbankan maupun penyedia pasar (marketplace) dan bahan baku, serta organisasi UMKM, seperti KOPITU; untuk penerapan program PEN ini supaya tepat sasaran.

Program PEN ini juga sebagai momentum untuk UMKM dapat bertransformasi terutama dalam hal kualitas dan kuantitas produk, serta metode penjualan yang tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga sudah menggunakan cara penjualan online baik melalui marketplace atau website; sehingga dapat menembus pasar internasional.

Baca Juga :  Menjelang PSBB, Desa Neglasari Siap Tutup Akses Keluar Masuk Zona Merah

Bentuk pelaksanaan program-program yang berada di bawah naungan Program PEN ini dipaparkan oleh para pembicara juga mampu memberikan informasi tentang tata cara dan sistem atau prosedur yang dapat diikuti oleh UMKM untuk bisa survive dalam era new normal ini dan meningkatkan income UMKM itu sendiri.

Yoyok Pitoyo menutup hasil diskusi sore itu dengan penekanan terhadap perlunya para UMKM anggota Kopitu dan seluruh UMKM di Indonesia untuk tetap optimis dalam menghadapi era new normal pandemi Covid-19 ini dengan belajar pada sejarah krisis ekonomi yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998 atau 2007, UMKM muncul sebagai hero dalam pemulihan ekonomi Indonesia saat itu.

Baca Juga :  Presiden : Pengusaha Harus Hadirkan Sentra Ekonomi Baru

Oleh karena itu, Yoyok Pitoyo yakin dan optimis bahwa UMKM Indonesia, terutama para anggota KOPITU, siap untuk menghadapi new normal pandemi Covid-19 dengan adanya dukungan dari Pemerintah dan sinergitas KOPITU dengan Pemerintah dan para stakeholders serta mitra KOPITU, dalam melakukan langkah-langkah konkrit yang merupakan implementasi dari Program PEN; dan kembali menjadi penyelamat perekonomian nasional dalam Armageddon Covid-19 saat ini.

Di katakan juga oleh Raden Dewi Gumay Ketua DPD Kopitu Sumsel yang ikut hadir pada saat halal bihalal zoom bahwa Sumsel juga optimis UMKM di Sumsel akan berkembang maju dengan ada nya KOPITU di era SDM Unggul saat ini sebagai wadah bersatunya UMKM untuk saling mendukung kemakmuran dan kesejahteraan UMKM maju bersama. (Dimas Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *