HMI Nilai Fungsi BIN Lemah Terkai Isu Kebangkitan PKI

Jakarta | newskabarnegeri.com

Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah ditetapkan sebagai Organisasi Terparang melalui Ketetapan MPRS (Tap MPRS) Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966, dalam Tap MPRS tersebut ditetapkan Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Diseluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

“Dari tahun 1966 hingga tahun 2020 kami selaku generasi muda penerus bangsa ini merasa bahwa di era kepemimpinan Presiden Jokowi isu-isu kebangkitan PKI sangat begitu banyak, dalam hal ini Organisasi Terlarang tersebut seakan di biarkan muncul kembali di tengah masyarakat,” kata Wasekjen Bidang Pertahanan dan Kemanan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), M. Rizal didampingi Wasekjen Bidang PTKP Rich Ilman Bimantika, Minggu (31/05/2020) di Sekertariat HMI Jakarta Jl. Cilosari No.17 Menteng Jakarta Pusat.

Baca Juga :  SDM Kompetitif Kunci Transformasi Struktural Ekonomi Negara



Pihaknya juga melihat tugas dari Badan Intelejen Negara (BIN) yang saat ini di pimpin oleh Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, seakan tidak berfungsi atau lemah dalam merespon orang-orang yang diduga sebagai anggota PKI, karena di era Kepala BIN sebelumnya jarang sekali muncul pemberitaan terkait PKI.

“Melihat dari persoalan tersebut kami merasa era Presiden Jokowi sekarang dan Badan Intelejen Negara, seakan tidak mengingat betapa kejinya PKI melakukan pembantaian terhadap rakyat Indonesia dan para Jenderal TNI pada saat itu,” katanya.

Baca Juga :  Presiden: Percepat Pendataan dan Penataan Tanah di Kawasan Hutan

Untuk itu pihaknya mengajak Ulama, Habib dan Rakyat di seluruh Indonesia mulai dari Desa hingga Kota, yang masih mencintai bangsa ini dan mengingat para pahlawan yang telah di bantai oleh PKI, agar terus mewaspadai munculnya kegiatan dan atribut PKI di masyarakat. (Dimas Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *