Momen Idul Fitri 1441 Hijriyah : Dengan Dompet Digitalnya H. Roip Sukseskan Program Perdana Paket Daging

Bogor | newskabarnegeri.com

Momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah kali ada yang berbeda dengan tahun sebelumnya, pasalnya Pandemi Corona atau Copid-19 masih mewabah di Indonesia, terlebih tidak sedikit aktifias usaha masyarakat baik kalangan usaha kelas elit, menengah dan kelas bawah terdampak bahkan gulung tikar karenanya.

Namun hal berbeda dirasakan oleh H. Roip, Bersama Dompet Digital E-Dinar Coin Cash (EDC Cash) masih tetap mampu merealisasikan Tahap 1 Paket Daging walau Hewan yang di sembelih hanya berupa hewan Kerbau, masyarakat yang ikut dalam program tersebut juga sangat antusias terealisnya program itu.



Penyembelihan hingga acara pembagian tersebut selesai dilakukan di halaman kediaman H. Roip, Kp. Cibeureum Kalong, Desa Sukawening, Kacamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/5/2020) pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Baca Juga :  Kinerja Nani Maryani Rasyidin Yang Bisa Disapa Bu Can, Membangun SMK Negeri 1 Bogor

Dalam kesempatan itu H. Roip menyampaikan bahwa penyembelihan hewan di moment Hari Raya Idul Fitri ini adalah program Perdana dari sekian Program yang berhasil dirinya garap, kegiatan ini adalah inisiatif dirinya yang didukungan oleh Dompet digital EDC Cash yang selama ini Ia geluti, juga bersama 30 peserta yang ikut dalam program tersebut.

Adapun iuran yang dibebakan ke masing-masing anggota hanya Rp.500.000, itu pun hanya sekali dalam seumur hidup, dengan syarat EDC Cash tetap Berjaya. Maka di setiap moment yang sama anggota berhak mendapatkan Daging tersebut.

Baca Juga :  Hj. Nurhayanti : Mengisi Purna Bakti Dengan Kegiatan Sosial & Keagamaan

“Dalam kesepakatan awal hewan yang akan di beli untuk di sembelih tersebut memang se-ekor Sapi se harga Rp. 25 Juta dengan bobot berat disesuaikan harga berlaku saat itu, namun perubahan rencana ini bukan tanpa dasar, selain memang lonjakan harga diluar perhitungan juga sebelum melakukan pembelian kan sudah minta persetujuan semua anggota, suara terbanyak lah itu yang kita ambil,” kata Roip.

H.Roip juga menjelaskan oleh karna nya, untuk selanjutnya menyikapi fluktuatif harga hewan sapi di setiap tahunnya, maka dirinya memberikan 2 opsi baru. Pertama untuk mengimbanginya, setiap anggota akan di bebankan kenaikan harga iuran dengan berat timbangan daging yang sama atau Kedua, Iuran tetap namun jumlah berat dengan otomatis menyesuaikan (bisa berkurang).

Baca Juga :  TKSK Vs Pendamping PKH, Kabid Linjamsos : Itjen Kemensos Turun Langsung Ke Ciawi

Sementara itu salah satu anggota yang mengikuti program tersebut berpandangan, dengan terealisasinya hal itu saja mereka sudah patut bersyukur, mengingat di tengah situasi saat ini perekonomian dari semua sektor terdampak Pandemi Covid-19.

“Tidak sedikit yang kurang beruntung, sementara kita khususnya saya masih bisa menikmati moment penting dalam Budaya kita (menyambut Idul Fitri), dengan masih dapat menyajikan hidangan yang terhitung mewah nati,” pungkasnya. (Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *