37 views

Warga Keluhkan Iuran BPJS Naik Ditengah Pandemi

Bogor | newskabarnegeri.com

Masyarakat merasa kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres nomer 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Pasalnya Perpres yang berisi tentang menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang sebelumnya telah dibatalkan Mahkamah Agung (MA), sangat memberatkan masyarakat pada umumnya di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

“Disaat ekonomi sulit masyarakat lemah seperti saya bukan malah mendapatkan keringanan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, ini pemerintah malah membuat kebijakan yang sangat memberatkan saya, sisi lain saya bersyukur mendapatkan batuan listrik gratis walau sipatnya hanya sementara,” tutur H. Supendi, salah satu masyarakat di Kabupaten Bogor, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga :  H. Yanwar Permadi, SE Tanggapi Cepat Korban Celaka Saat HUT RI 74



Supendi juga mengeluhkan bahwa semua batuan dimasa Pandemi Copid-19 itu bersifat hanya sementara, setelah itu kemungkinan besar di cabut kembali, sementara kebijakan kenaikan BPJS sifatnya permanen.

“Dari awal iuran kurang lebih Rp. 25.000 dikali 5 orang, lalau naik menjadi Rp. 42.500 dikali 5 orang anggota keluarga saya, nah sekarang naik lagi, waktu kenaikan ke 2 saja saya sudah kesulitan, nah kalau ini akan dinaikan lagi tambah sulit saya,” keluh Supendi yang menjadi anggota BPJS Kelas 3.

Baca Juga :  Dinkes Kab. Bogor Bersama RSMM Gelar Pendampingan Psikiater dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Supendi yang hanya masyarakat biasa itu juga berharapan pemerintah bisa memilah yang mana yang dianggap mampu dan yang mana yang perlu di bantu. “Kalau kelas 2 ke atas mungkin diangap warga yang mapan, tapi jangan lupa juga tidak sedikit miskin baru dampak dari situasi saat ini,” pungkas Supendi.(Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *