268 views

PPKH : Seperakpun Haram Hukumnya Melakukan Pemotongan

Bogor | newskabarnegeri.com

Seperakpun Haram Hukumnya Melakukan Pemotongan Dana bantun Program Keluarga Harapan, hal ini disampaikan dengan tegas Pendamping PKH Wilayah, Kecamatan Ciampea Maman S.Ag didalam acara bimbingan teknis terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang di gelar di Aula kantor Desa Tegal Waru pada hari Jumat, (31/1/2020).

Disela acara tersebut Maman S.Ag sampaikan warning terhadap KPM PKH yang ekonominya sudah berangsur mapan atau dikategorikan mampu, diharapkan segera melakukan Graduasi Mandiri secara sukarela ketimbang bersentuhan dengan Hukum yang tertuang dalam Undang-undang No.13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin seperti yang dijelaskan BAB VIII Ketentuan Pidana.

Baca Juga :  Pria Tua Hilang di Gunung Salak, Akhirnya Tim Gabungan Lakukan Pencarian



Dalam Undangan – undangan tersebut di Pasal 42 diatur Setiap orang yang memalsukan data verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Sementra di Pasal 43 disebutkan bahwa (1) Setiap orang yang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Baca Juga :  Selama Pandemi Covid-19, Pemkot Bogor Tanggung 12.246 KK Diluar DTKS

Didalam kesempatan yang sama Tenaga Kesejahtreaan Sosial Kecamatan (TKSK) wilayah Kecamatan Ciampea Wiwi Widianingsih menyampaikan dengan tegas terkait teknis proses penyaluran bantuan pangan non tunai biasa di singkat BPNT sesuai diatur dalam Pedoman Umum (Pedum) yang di keluarkan oleh pusat melalui Kementrian Sosial bahwa pengambila bantuan tersebut tidak boleh di kolektif.

“Pada saat pengambilan bantuan pangan, harus dilakukan oleh atas nama penerima manfaat itu sendiri alias tidak boleh di wakilkan!,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Jasinga - Tenjo Diduga Asal-Asalan

Namun dilain hal Wiwi menyampaikan permohonan maafnya bagi masyarakat yang hingga kini tidak dapat melakukan transaksi akibat error 06, “saya mohon maaf kepada masyarakat yang hingga kini belum dapat melakukan transaksi lantaran terkendala error 06,” tuturnya.

Namun begitu, masih kata Wiwi, dirinya selalu lakukan advokasinya terkait persoalan tersebut denga intens, berkomunikasi langsung dengan pihak bank.(Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *